Assalamu Alaikum - Bagaimana Akhirnya Saya Memutus Siklus Kebiasaan
Assalamu Alaikum - Saya udah jatuh dalam siklus kebiasaan lebih sering daripada yang mau saya akui. Saya mulai dengan semangat, mempertahankannya selama beberapa minggu, lalu perlahan membiarkan semuanya melorot dan bilang ke diri sendiri saya bakal mulai ulang "segera." Kali ini berakhir berbeda, jadi saya pengen berbagi apa yang membantu. Perubahan terbesar adalah melakukan lebih sedikit, bukan lebih banyak. Saya berhenti nyoba bikin rutinitas yang sempurna atau jadi orang yang sepenuhnya baru dalam semalam. Saya pilih beberapa kebiasaan sederhana dan berkomitmen cuma sama itu. Setelah saya lepas dari tekanan, tampil nggak terasa seberat itu. Menulis semuanya ternyata lebih penting daripada yang saya duga. Saya jujur pikir saya konsisten, tapi melihatnya di kertas menunjukkan di mana saya menipu diri sendiri. Ketika saya mulai mempertahankan kebiasaan, saya nggak mau memutuskannya, bahkan di hari-hari saya kurang energi. Saya pakai pelacak kebiasaan yang sederhana (nggak ada yang mewah), dan karena jelas serta nggak bikin overload, saya beneran terus menggunakannya. Saya juga berhenti nunggu motivasi. Motivasi datang dan pergi - jadi saya bikin kebiasaan saya sekecil mungkin supaya tetap bisa dilakukan bahkan di hari yang buruk. Seiring waktu, itu jadi otomatis, dan motivasi jadi nggak lagi jadi bos. Saya belum sempurna, tapi saya nggak menyerah setelah beberapa minggu lagi. Bagi saya, itu kemajuan yang nyata. Semoga Allah memberkati usaha kita dan menjaga kita tetap konsisten.