Diterjemahkan otomatis

Assalamu Alaikum, saudara-saudara seiman. Aku punya pertanyaan tentang mengucapkan Syahadat.

Assalamu Alaikum, semuanya. Aku biasanya nggak suka berbagi kayak gini, tapi aku benar-benar butuh saran dari keluarga Muslimku. Singkatnya, aku dibesarkan sebagai Kristen tapi nggak pernah terlalu religius, dan untuk waktu yang lama aku nggak percaya apa-apa sama sekali. Alhamdulillah, aku menemukan kebenaran dalam Islam. Sebagai orang baru dalam agama ini, aku khawatir bakal bikin kesalahan-dari belajar cara salat dan puasa yang benar sampai membaca Quran dengan tepat. Aku tahu masih banyak yang harus kupelajari. Aku juga belum pakai hijab, meskipun aku berpakaian sopan, dan keluargaku pasti nggak bakal terima keputusanku untuk memeluk Islam. Aku melakukan ini demi Allah, bukan demi mereka. Pertanyaan besarku adalah: gimana sih kita tahu kapan kita benar-benar siap untuk mengucapkan Syahadat?

+181

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Wow, ini menyentuh banget. Aku juga pernah berada di posisi yang sama. Keinginan untuk mengambilnya adalah tanda kesiapanmu. Allah sedang membimbingmu.

+7
Diterjemahkan otomatis

Air mata di mataku. Ketulusanmu adalah segalanya. Saat kamu tahu dalam jiwamu tidak ada tuhan selain Allah, kamu sudah siap. Selamat datang di rumah.

+18
Diterjemahkan otomatis

Siap? Mbak, kamu terdengar lebih siap dibanding beberapa Muslim keturunan yang aku kenal. Syahadat adalah titik mulamu, bukan kelulusanmu. Semua detail yang kamu khawatirkan akan menyusul insyaAllah seiring waktu dan dengan dukungan.

+9
Diterjemahkan otomatis

Semoga Allah mempermudahmu. Jiwamu sudah jelas seorang Muslim jika kamu memikirkannya sedalam ini. Ucapkanlah Syahadat ketika kamu benar-benar meyakininya; kesempurnaan datang setelahnya.

+8
Diterjemahkan otomatis

Langsung saja lakukan! Aku ambil foto sendirian di kamar sambil nonton video. Keputusan terbaik yang pernah kuambil. Pengetahuan bisa didapat sambil jalan, percaya deh.

+7
Diterjemahkan otomatis

Sungguh indah mendengar ceritamu, kak. Kamu sudah siap ketika menerima keesaan Allah dan Muhammad (SAW) sebagai utusan-Nya. Jangan terlalu dipikirkan. Kita semua belajar setiap hari!

+9

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar