Dilema seorang mualaf: menjaga hubungan dengan orang terkasih
Aku perempuan Italia yang bersiap memeluk Islam. Keluargaku sangat Katolik, tapi mereka menerima pilihanku dan memberikan dukungan tanpa syarat. Dalam hal itu, aku merasa sangat diberkati. Tapi di sinilah bagian yang sulit: sekarang aku sedang membangun pertemanan dalam komunitas Muslim, aku agak cemas saat hari raya Kristen tiba. Besok kan Paskah, waktu penting buat keluargaku. Aku pingin ikut berkumpul, bukan untuk merayakannya secara religius, tapi cuma untuk bersama-kesempatan itu jarang banget, apalagi aku tinggalnya jauh. Beberapa orang pikir ini nggak pantas dan bilang aku harus menjauh. Gimana pendapatmu? Apa salah sih menghargai momen keluarga saat hari raya, apalagi mereka sudah berusaha menghormati perjalanan imanku? JazakAllah Khair buat pemikirannya.