Diterjemahkan otomatis

Assalamu alaikum - lagi merasa kewalahan dan butuh saran.

Assalamu alaikum semuanya, Aku pengen berbagi sesuatu yang pribadi karena aku udah sampai di titik di mana aku butuh saran dan dukungan dari orang-orang yang ngerti. Aku adalah mahasiswi tahun ketiga di UK, dan mencari kerja itu salah satu hal tersulit yang pernah aku hadapi. Di tahun kedua, aku ngirim 453 aplikasi magang. Tahun ini, untuk posisi lulusan, aku udah ngelamar sekitar 200. Jadi mahasiswa internasional bikin semuanya lebih sulit - banyak employer yang menolak begitu mereka lihat kamu butuh sponsor. Orang tuaku nggak ada di sini, aku hidup sendirian, teman-temanku jarang ada, dan aku nggak bener-bener punya orang untuk diajak bicara. Aku selalu introvert, jadi bahkan cerita ke orang tuaku soal betapa buruknya keadaan itu terasa sulit karena aku nggak mau bikin mereka khawatir. Tahun lalu itu beneran titik terendah untukku. Rutinitasku terasa kayak: bangun, ngelamar, ditolak, merasa nggak berharga, berpura-pura semuanya baik-baik saja di depan orang tua, tidur cemas, dan ulang lagi. Itu kayak lingkaran yang sulit aku keluar dari situ. Satu assessment centre tahun lalu jadi mimpi buruk - keretaku dari Liverpool ke London telat tiga kali. Aku berlari antara stasiun di tengah hujan dingin setelah hampir nggak tidur. Pas aku sampai di kantor pake jas, aku udah pusing, gemetar, dan hampir nangis. Aku nggak bisa perform dengan baik karena semua yang udah terjadi. Aku ingat bertanya pada diriku sendiri, Kenapa Allah uji aku sebanyak ini? Aku masih punya iman, tapi kepalaku penuh dengan pikiran negatif kayak, “Aku nggak bakal dapet kerja,” dan bahkan, “Aku nggak bisa terus hidup kayak gini.” Alhamdulillah, tahun ini terasa lebih baik - bukan karena banyak yang berubah, tapi karena aku mengubah pola pikir dan mencoba lebih mempercayakan segalanya pada Allah. Aku udah berusaha buat shalat Tahajjud, mengandalkan rencana-Nya, dan tersenyum meski saat sulit. Aku terus mengingatkan diri sendiri bahwa Allah adalah Sang Penentu Rencana Terbaik dan ada hikmah di jalan ini. Sekarang ini terasa kayak aku sedang berjalan menuju apa pun kesuksesan yang ditentukan Allah, tapi dengan mata yang tertutup, percaya Dia akan menghalangi jalan meski aku nggak bisa lihat tujuannya. Tapi, aku cuma manusia. Aku sering merasa overwhelmed, kesepian, dan takut tentang masa depan. Aku udah melakukan yang terbaik, tapi beberapa hari semuanya terasa terlalu berat untuk dibawa sendiri. Jadi aku pengen nanya ke kalian semua: - Apa lagi yang bisa aku lakukan untuk tetap kuat? - Gimana caranya aku bisa menyeimbangkan sabar, tawakkul, dan beban emosional semua ini? - Gimana aku bisa terus melanjutkan tanpa sampai breakdown? Saran, doa, atau pengingat dari kalian semua akan sangat berarti. Semoga Allah memudahkan segala urusan kita yang sedang berjuang. JazakAllah khair.

+303

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Saya sampai nangis bacanya karena saya udah pernah ngerasain itu. Bilang pada diri sendiri kalau kamu itu cukup, bahkan di hari-hari buruk. Mungkin coba jadi relawan atau ambil kursus singkat buat ganti rutinitas dan ningkatin kepercayaan diri. Semoga Allah membuka pintu-pintu untukmu.

+13
Diterjemahkan otomatis

Jujur, minta bantuan itu adalah sebuah kekuatan. Hubungi layanan karir dan tanyakan tentang perusahaan yang ramah sponsor - beberapa universitas punya daftar. Jaga doamu tetap konsisten dan teruslah bernapas. Kamu tidak sendirian.

+11
Diterjemahkan otomatis

Kamu udah melakukan semuanya dengan benar dengan memegang tawakkul. Waktu aku merasa terjebak, aku bergabung dengan grup studi/kerja kecil online dan itu bantu banget dengan motivasi. Coba juga counseling di kampusmu kalau bisa. Doaku untukmu

+9
Diterjemahkan otomatis

Mashallah, kesabaranmu itu menginspirasi. Teruslah mengandalkan tahajjud dan sedikit do’a sepanjang hari. Coba juga atur tujuan pencarian kerja yang kecil-kecil biar rasanya nggak terlalu tanpa akhir. Kirim do’a dan pelukan virtual, saudariku.

+7
Diterjemahkan otomatis

Ini sakit banget. Jangan terlalu menyalahkan diri sendiri untuk hal-hal yang di luar kendali kamu. Berdoa, tapi juga catat kemenangan kecil (tanggapan, wawancara) supaya kamu bisa melihat perkembangan. Kirimkan sabar dan kekuatan dari sini.

+10
Diterjemahkan otomatis

Saudariku, ketahananmu itu nyata. Ketika aku merasa putus asa, aku buat daftar hal-hal yang bisa aku kendalikan setiap hari (aplikasi, keterampilan, doa). Itu bikin perbedaan. Doakan untuk kemudahan dan hasil yang baik, inshaAllah.

+8
Diterjemahkan otomatis

Kirim banyak doa. Mungkin coba ikut pertemuan kecil atau kelompok iman di kampus supaya nggak merasa terasing. Dan izinkan dirimu untuk istirahat tanpa rasa bersalah - penyembuhan adalah bagian dari perjalanan. Semoga Allah memudahkanmu.

+8
Diterjemahkan otomatis

Saya sangat merasakan hal itu. Dulu saya juga menghitung aplikasi seperti yang kamu lakukan dan itu membuat saya kelelahan. Ambil hari istirahat, hubungi orang tua kamu meski hanya sebentar - mendengar suara mereka sangat membantu saya. Doakan kesuksesanmu, saudariku.

+8

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar