As-salamu alaykum - Revert baru dengan disabilitas berat yang mencari bimbingan.
As-salamu alaykum. Saya adalah seorang mualaf (semacam) baru yang memiliki beberapa disabilitas yang membuat saya sebagian besar terkurung di tempat tidur, kecuali untuk ke toilet. Saya mualaf sebelum saya menjadi disabilitas, tapi selama bertahun-tahun saya menjauh karena rasa takut dan penyalahgunaan. Sekarang saya tinggal dengan sahabat saya yang juga menjadi pengasuh saya, dan saya benar-benar merasakan panggilan untuk aktif dalam iman saya lagi. Pertanyaan saya adalah: karena saya tidak bisa meninggalkan tempat tidur dan punya gerakan yang sangat terbatas saat berbaring, bagaimana seharusnya saya melakukan wudhu dan shalat? Saya sudah mencari online tapi belum menemukan banyak yang pas dengan situasi saya yang tepat. Teman saya bukan Muslim, tapi sebagai pengasuhnya, dia mungkin akan membantu saya jika perlu. Adakah cara untuk memperpanjang efek wudhu? Atau cara untuk shalat tanpa banyak gerakan fisik - misalnya dengan mengucapkan kata-kata atau melakukan gerakan minimal? Beberapa rincian tambahan: saya memang memiliki shower yang dapat diakses dan mungkin bisa melakukan wudhu dengan bantuan pengasuh saya. Memperpanjang wudhu akan sangat berguna (bukan berarti memperpanjangnya melewati hal-hal yang membatalkan wudhu seperti pergi ke toilet atau kentut). JazakAllah khair untuk saran praktis, pengalaman hidup, atau petunjuk menuju panduan fiqh yang bisa diandalkan bagi seseorang yang terbaring di tempat tidur. Saran tentang bagaimana membuat shalat terasa bermakna dalam situasi ini akan sangat dihargai.