As-salamu alaykum - Pengalaman saya dengan seorang pengemis supaya kamu tahu apa yang diharapkan
As-salamu alaykum. Saya mau berbagi pengalaman pribadi biar orang lain tahu apa yang bisa diharapkan. Seorang pemuda, sekitar 17 tahun dan dari Gambia, minta uang sama saya. Saya kasih dia $33.50. Setelah itu dia minta lebih banyak dan mencoba menekan saya, bilang dia bahkan nggak bisa beli sepatu nasi atau sayur dengan yang saya kasih. Dia bohong - dengan jumlah segitu, dia udah bisa dapetin hampir 100 kilo nasi. Saya nggak marah; dia minta maaf. Pertemuan itu bikin saya merasa nggak nyaman dan saya nggak ingin mengalaminya lagi. Di kota saya ada cara yang lebih baik, lebih menghormati untuk memberi sadaqah dan membantu orang. Pengemis-pengemis kayak gini terasa arogan, merasa punya hak, dan kasar. Tapi, saya nggak menyesal kasih sesuatu - mungkin adik-adik dia bakal dapat makan karena itu. Yang bikin saya lebih upset adalah cara dia memperlakukan saya. Juga pengingat buat saya dan orang lain: meminta-minta itu bukan jalan yang benar dalam Islam. Kita seharusnya berpaling kepada Allah dan mencari cara yang halal, serta mendorong orang lain untuk melakukan hal yang sama. "Kalau kamu tahu seberapa buruknya meminta-minta, tidak ada yang akan pergi kepada orang lain dan meminta apapun." (Sunan an-Nasa’i 258)