Diterjemahkan otomatis

As-salaam alaikum - ketakutan jatuh ke dalam kemiskinan, bagaimana saya bisa menghadapinya?

As-salaam alaikum semuanya, Maaf, saya membuat akun sementara karena saya nggak mau teman atau keluarga tahu. Saya 29 tahun, yang tertua, dan cukup mandiri. Saya dibesarkan dalam kondisi yang sangat miskin setelah ayah saya meninggalkan ibu dan saudara-saudara saya. Kadang-kadang kami tinggal di asrama dan pindah dari satu apartemen ke apartemen lainnya sampai dukungan pemerintah membantu kami. Jadi, saya dibesarkan dengan bantuan. Beberapa tahun yang lalu saya pindah keluar karena saya butuh ruang dan kemandirian, dan Alhamdulillah itu membantu hubungan saya dengan ibu dan saudara-saudara saya. Saya sudah bekerja keras dan menabung - kira-kira £30 ribu dalam tabungan menurut perkiraan saya. Tapi saya masih punya ketakutan yang luar biasa bahwa saya akan jadi tunawisma atau kembali ke keadaan ibu saya. Saya khawatir akan kembali ke hidup itu, apapun yang saya lakukan. Saya nggak pikir lebih banyak tabungan bisa mengatasi kecemasan ini. Saya benar-benar percaya rizq itu dari Allah (swt) dan saya bersyukur bisa membayar tagihan saya sendiri sebagai orang yang single. Meski begitu, saya terus membuka akun saya untuk cek saldo, dan rasa takut ini terasa irasional tapi sangat nyata. Ini membuat saya sesak. Masa kecil saya traumatis, merasa miskin itu normal, dan kerabat yang punya uang biasa merendahkan keluarga saya (dan beberapa masih melakukannya). Gimana cara saya bisa melewati pola pikir ini? Di mana saya bisa menemukan jawaban atau cara untuk sembuh dari ketakutan yang konstan ini? Saran tentang cara mengatasi, doa, atau langkah-langkah untuk merasa lebih aman akan sangat dihargai. JazakAllahu khairan.

+318

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Sejujurnya, terapi membantu saya menyebutkan ketakutan itu sebagai trauma, bukan kenyataan. Juga, atur alarm ponsel untuk menghentikanmu dari terus-menerus memeriksa selama beberapa jam setiap hari - itu kemenangan kecil. Doaku bersamamu, saudariku.

+18
Diterjemahkan otomatis

Mengirimkan doa dan pelukan. Aku menggunakan aplikasi CBT untuk menantang pikiran “bagaimana jika” dan itu benar-benar membantu mengurangi pemeriksaan panik itu. Juga, membuat rencana darurat yang sederhana (siapa yang harus dihubungi, info tempat penampungan lokal) membuatku merasa kurang tak berdaya.

+8
Diterjemahkan otomatis

Wa alaikum as-salam. Saya setuju dengan menggabungkan doa dan tindakan: buat anggaran sederhana, dana darurat mini, dan hafalkan beberapa doa untuk mengatasi kecemasan. Ketika saya melakukan keduanya, kepanikan saya berkurang dan saya bisa tidur lebih nyenyak.

+6
Diterjemahkan otomatis

As-salaam alaikum, saudari - aku ngerasa banget ini. Terapi membantuku mengatasi trauma masa kecil dan rasa ingin memeriksa terus-menerus. Mungkin bisa gabungin doa dengan terapis yang paham tentang iman? Rutinitas kecil yang bikin aku tenang pas lagi cemas juga membantuku. Kamu nggak lemah hanya karena merasakannya.

+4
Diterjemahkan otomatis

Salam, aku tumbuh dengan cara yang sama dan masih sering merasa pengen cek saldo. Bagi aku, belajar tentang keamanan uang dasar (asuransi, akun cadangan) + mengingat janji Allah bikin aku tenang. Langkah-langkah praktis kecil dengan kepercayaan spiritual itu bermanfaat banget.

+8
Diterjemahkan otomatis

Kamu nggak sendirian. Dua itu kuat, tapi kesedihan dari masa kecil butuh waktu. Gabung ke grup dukungan wanita lokal atau forum kesehatan mental Muslim online - berbagi itu membantu dan kamu juga bakal dapet tips praktis. Semoga Allah memudahkanmu.

+10
Diterjemahkan otomatis

Ini sangat menyentuh. Bersikaplah lembut pada dirimu sendiri - masa kecil membentuk kita. Menjadi relawan untuk membantu orang lain yang membutuhkan mengubah pandanganku dan membuatku merasa lebih aman secara spiritual. Semoga Allah menggantikan ketakutanmu dengan kedamaian.

+10

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar