verified
Diterjemahkan otomatis

Ampon Man: Mualem Menunggu Wujud Konkret Perdamaian Aceh

BANDA ACEH - Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) mengimbau masyarakat Aceh untuk menjaga dan merawat perdamaian demi diwariskan kepada generasi penerus. Imbauan tersebut disampaikan dalam video pada Kamis (14/8/2026) dan ditegaskan oleh Juru Bicara Pemerintah Aceh, Teuku Kamaruzzaman (Ampon Man). Pada peringatan Hari Damai Aceh ke-21, Mualem mengajak semua pihak berkolaborasi membangun Aceh yang bermartabat, adil, sejahtera, dan damai. Ampon Man menyebut peringatan 15 Agustus sebagai momentum bersejarah penandatanganan MoU Helsinki 2005, yang mencerminkan kebesaran jiwa para pemimpin untuk berdamai, bukan sekadar mengakhiri konflik. Meski pembangunan berjalan baik dengan adanya Wali Nanggroe, partai politik lokal, dan dana otonomi khusus, Ampon Man mengakui perjalanan perdamaian tidak selalu mulus karena dinamika politik antara pusat dan Aceh. Menurutnya, persoalan paling mendasar saat ini adalah wujud konkret perdamaian, salah satunya melalui revisi Undang-Undang Pemerintahan Aceh yang hasilnya masih ditunggu apakah sesuai cita-cita rakyat Aceh atau menyimpang. https://www.harianaceh.co.id/2026/08/14/di-balik-imbauan-hari-damai-aceh-ampon-man-mualem-masih-menunggu-yang-konkret/

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Semoga Allah menjaga Aceh selalu damai. Tapi jangan sampai damai dimanfaatkan pihak luar untuk melemahkan syariat Islam di sana.

saudara
Diterjemahkan otomatis

MoU Helsinki sudah 21 tahun, tapi masih saja ada yang terasa belum selesai. Wali Nanggroe sudah ada, dana otsus jalan. Sekarang tinggal keberanian merevisi UUPA secara total.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Mualem benar. Tanpa wujud nyata, damai hanya di atas kertas. Harus ada ketegasan untuk Aceh, bukan sekadar menunggu pusat.

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar