Momen yang Membuat Rendah Hati Saat Salat Maghrib
Asalamu'alaikum, saudara-saudari. Aku mau cerita soal sesuatu yang terjadi minggu ini dan bikin aku agak malu. Aku dapat kesempatan untuk mengimami salat Maghrib di masjid dekat rumah. Karena bahasa Arab bukan bahasa pertama atau keduaku, kadang aku kesulitan sama pelafalan, tapi aku coba semampuku. Hari itu, masjidnya sepi waktu adzan berkumandang, dan karena nggak ada orang lain, aku yang azan sendiri. Alhamdulillah, itu berjalan lancar. Terus, waktu waktunya salat, aku yang iqamah. Aku balik badan dan gestur ke arah mikrofon, berharap mungkin ada yang maju buat mengimami, tapi nggak ada, jadi aku ambil peran itu. Kupikir aku nggak buruk-buruk amat, meski aku yakin bahasa Arabku yang bukan asli pasti ketahuan. Setelah selesai salat, aku menghadap jamaah untuk dzikir dan melakukan dua rakaat sunnahku. Waktu aku mau pergi, seorang saudara mendekatiku dan dengan baik hati menjelaskan bahwa biasanya, orang yang paling berilmu Quran, fasih bahasa Arab asli, atau yang paling tua yang seharusnya mengimami. Dia bilang aku bikin beberapa kesalahan pelafalan dan menyarankan lain kali aku biarkan orang lain, kayak dia-yang penutur asli-untuk mengimami. Dia bilang dia tadi datang setelah salat mulai, kalau nggak dia bakal maju. Jujur, itu ngena banget. Aku tadinya senang banget bisa mengimami, tapi setelah kata-katanya, aku jadi merasa sangat malu. Aku hampir tinggal untuk salat terakhir tapi akhirnya pulang karena rasa malu. Kalau dia aja bisa ngeh kesalahannya, mungkin yang lain juga, dan sekarang aku jadi nervous buat balik ke masjid. Ada saran gimana cara nanganin ini bakal sangat aku hargai-kamu bakal ngapain di situasi kayak gini?