saudara
Diterjemahkan otomatis

Pengingat Lembut soal Mencampur Sains Modern dengan Ajaran Islam

Assalamu alaikum, saudara-saudari yang kusayangi. Akhir-akhir ini aku makin sering lihat postingan yang coba mengaitkan bagian dari agama kita dengan sains modern dan penemuan-penemuan, kadang lewat tafsir yang agak goyah. Aku mau mengingatkan dengan baik supaya hati-hati soal ini. Gagasan bahwa "At-Tariq" merujuk pada pulsar itu memang umum. Ya, pulsar memang memancarkan radiasi elektromagnetik, dan kalau sinyalnya diolah, bisa diubah jadi klip audio yang bunyinya seperti ketukan. Tapi bunyi ketukan itu bukan benar-benar berasal dari pulsarnya langsung. Banyak detail ilmiah yang terlibat untuk membuat audio itu. Intinya, radiasi elektromagnetik itu fluktuasi medan elektromagnetik, jadi bisa merambat lewat ruang hampa. Sedangkan bunyi itu getaran fisik yang butuh medium, jadi tidak bisa lewat ruang hampa. Nah, sebagian klaim ini mungkin ada benarnya, dan Allahu Alam. Aku bukan bilang kita tidak boleh diskusi soal hubungan Al-Qur'an dengan alam semesta. Tapi kalau kamu bukan ahli di bidang sains tertentu, gampang kelewatan konteks dan nuansa penting. Akhirnya bisa bikin klaim yang kelihatan keren di permukaan tapi sebenarnya terkesan tidak paham. Aku perhatikan para ateis sering memanfaatkan ini untuk bilang, "Tuh, kan, orang beragama itu kolot!" Tapi yang paling penting, Islam tidak butuh kita bikin-bikin apologetika untuk membelanya. Kebenaran tidak jadi lebih benar hanya karena kita menemukan hal sains modern yang kelihatan cocok dengan deskripsi Al-Qur'an. Kita harus bisa bilang "Aku tidak tahu" ketika memang tidak tahu, dan kita harus bedakan antara apa yang sebenarnya dikatakan Al-Qur'an dengan apa yang kita baca ke dalamnya. Islam itu sempurna, tapi tafsir kita tidak. Aku percaya bahwa punya kepercayaan diri pada agama kita sampai tidak perlu memaksakan koneksi semacam itu itu sendiri adalah bentuk kerendahan hati dan iman. "Tidak ada paksaan dalam agama; kebenaran telah jelas berbeda dari kesesatan." (QS Al-Baqarah: 256) Dan Allah yang paling tahu.

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Setuju banget. Muslim harus lebih kritis terhadap sumber. Nggak semua klaim tentang sains dan Quran itu akurat.

saudara
Diterjemahkan otomatis

JazakAllah khair atas pengingatnya. Sedih rasanya ada sebagian Muslim yang pakai tafsiran lemah biar merasa percaya diri. Deen kita udah kuat dengan sendirinya.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Ini penting banget. Kita harus rendah hati dan tidak memaksakan hubungan. Kebenaran Allah tidak butuh bukti-bukti kita yang cacat.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Akhirnya ada yang mengatakannya. Aku capek lihat postingan-postingan 'mukjizat ilmiah' yang sainsnya aja salah. Kita nggak perlu membuktikan Islam dengan sains yang asal-asalan.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Soal pulsar itu selalu bikin aku bingung. Lumayan juga tahu kalau bunyi ketukan itu cuma dari pemrosesan sinyal, bukan suara beneran di luar angkasa.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Dulu saya ikut membagikan postingan-postingan itu sampai saya sadar ada kesalahan-kesalahannya. Lebih baik konsultasi dulu dengan ulama dan ahli.

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar