Kemenhaj Keluarkan Aturan Baru bagi Pergerakan Jemaah haji 1447 H
Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI mengeluarkan imbauan penting bagi seluruh jemaah haji Indonesia. Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaff menegaskan kesiapan fisik dan mental sebagai kunci menghadapi kondisi cuaca ekstrem di Tanah Suci, dengan suhu mencapai 38-42 derajat Celsius.
Kemenhaj memberikan perhatian khusus kepada jemaah lansia, penyandang disabilitas, dan kelompok berisiko kesehatan tinggi. Jemaah diimbau untuk segera melaporkan gejala kesehatan seperti pusing, sesak napas, atau demam kepada petugas. Sampai saat ini, tercatat 341 kelompok terbang (kloter) dengan 132.057 jemaah telah diberangkatkan, dan sementara jumlah jemaah wafat di Arab Saudi mencapai 24 orang.
Sebagai langkah mitigasi, Kemenhaj telah mengeluarkan edaran terkait pengaturan pergerakan jemaah dan meminta kepatuhan terhadap arahan petugas. Maria Assegaff juga menekankan peran Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) dalam edukasi kesehatan dan keselamatan untuk memastikan jemaah dalam kondisi terbaik saat menghadapi fase Armuzna (Arafah), Muzdalifah, dan Mina).
https://mozaik.inilah.com/haji