Mempersatukan Ummat: Bagaimana Kita Melangkah ke Depan?
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Semoga kedamaian dan berkah tercurah pada Nabi kita tercinta, Muhammad ﷺ. Aku datang kepadamu dengan hati tulus, meminta nasihat dan bimbinganmu. Ummat kita tengah menghadapi ujian dari segala penjuru. Salah satu tantangan terbesar kita adalah perpecahan. Terlalu sering kita melihat konflik di antara sesama Muslim, dan komunitas kitalah yang menanggung beban terberat, terlepas dari siapa yang salah. Di saat yang sama, banyak di antara kita yang teralihkan oleh kenyamanan duniawi dan kehilangan pandangan akan tujuan mulia serta tanggung jawab yang dianugerahkan Allah kepada kita. Sementara nabi-nabi sebelumnya diutus untuk umat tertentu, Nabi Muhammad ﷺ diutus sebagai rahmat bagi seluruh alam. Ini berarti misi kita bersifat universal dan abadi, berlangsung hingga Hari Akhir. Sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur'an, kita adalah umat terbaik yang dikeluarkan untuk manusia, menyuruh berbuat baik, mencegah kemungkaran, dan beriman kepada Allah. Keunggulan kita terkait dengan pemenuhan peran ini. Kita tidak kekurangan sumber daya atau lembaga; mereka ada di seluruh dunia, dan banyak Muslim yang aktif bekerja. Namun, upaya kita terpecah-belah. Kita sering hanya berpikir dalam konteks lokal dan kekurangan visi global yang bersatu. Di era digital ini, tampaknya lebih penting dari sebelumnya bagi Muslim untuk terhubung secara bersama-sama. Kita memiliki begitu banyak orang terampil, terdidik, dan berilmu di antara kita-kita harus menemukan cara untuk bersatu dan membangun bersama. Lihatlah bagaimana kelompok lain mengorganisir diri secara pragmatis dan kohesif. Kita tampaknya kurang memiliki ambisi kolektif untuk membangun Ummat kita, dan setiap hari kita semua merasakan akibat dari ketidakterpaduan ini. Aku yakin ada banyak sekali saudara dan saudari yang siap melangkah keluar dari zona nyaman, untuk mendedikasikan bakat dan energi mereka dengan tulus demi Allah dan Rasul-Nya ﷺ. Jadi, aku meminta bimbingan praktismu. Apa langkah pertama kita? Tolong jangan anggap ini sekadar emosi belaka. Setiap usaha besar dimulai dengan sekelompok kecil yang berdedikasi. Atas karunia Allah, aku sudah terhubung dengan banyak Muslim di sebuah universitas di Barat ini, termasuk mereka yang lebih tua, lebih bijak, dan lebih berilmu dariku. Aku tidak punya mentor, dan kita semua memerlukan arahan. Sudah saatnya kita mulai berpikir dan bertindak sebagai satu kesatuan. Jazakumullahu khayran atas perhatianmu.