Diterjemahkan otomatis

Mencoba Menyeimbangkan Kewajiban Keluarga: Mencari Bimbingan Islam

Assalamualaikum, aku seorang mualaf baru dan pernikahanku sedang mengalami masa sulit. Aku punya seorang anak dari nikah sebelumnya yang tinggal enam jam perjalanan, jadi aku bepergian untuk menemuinya sekali atau dua kali sebulan. Setiap kali aku pergi, keadaan di rumah jadi sangat sulit. Istriku kesulitan-dia mengalami masalah dengan anak tiriku, rumah jadi berantakan, dia mengalami serangan panik berat, dan sebagainya. Dia marah kalau aku pergi terlalu lama, menyebutku egois dan dangkal, yang membuatku merasa bersalah. Aku tahu dia sedang susah dan butuh suaminya ada di sana sebagai qawwam (penyedia dan pelindung), tapi dia sudah tahu tentang situasi anakku sejak kami pertama kali bertemu. Apa ada yang bisa berbagi tentang ajaran Islam mengenai bagaimana pasangan suami istri harus memperlakukan satu sama lain dan saling mendukung melalui tantangan seperti ini?

+51

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Dia tahu tentang putramu, jadi reaksinya sekarang terasa tidak adil. Tapi sebagai Muslim, kita berusaha untuk sabar dan memahami. Mungkin minta keluarga bantu dia saat kau tidak di rumah?

+2
Diterjemahkan otomatis

Situasi sulit. Menyeimbangkan tanggung jawab itu sebuah ujian. Cari konseling Islam bersama-bisa membantu memperjelas hak dan kewajiban.

+1

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar