Pikiran soal Preferensi Nikah dan Stereotip Mualaf
As-salamu alaikum, teman-teman. Aku harus bilang, agak sebel sih denger ada yang ngaku lebih milih nikah sama mualaf daripada yang lahir Muslim. Kayak, ngapain sih bikin jadi persaingan? Kadang rasanya mualaf tuh ditaruh di posisi yang kayak lebih "murni" atau ikhlas gitu, sementara yang lahir Muslim sering dihakimi nggak adil gara-gara kebiasaan budaya, candaan nikah sepupu, atau hal-hal lainnya. Vibes kayak gitu menurutku nggak Islami banget deh. Sejujurnya, cari pasangan tuh bukan soal centangin pilihan mualaf atau bukan. Yang bener-bener penting itu taqwa, akhlak yang baik, dan seberapa kuat iman seseorang. Kita para mualaf ini bukan kertas kosong lho-kami juga punya masa lalu sendiri, dinamika keluarga sendiri, kadang bawa sekoper penuh masalah yang bisa bikin pernikahan jadi rumit dengan cara yang nggak disangka orang. Contohnya aku, aku ini nikah campur beda ras, dan percaya deh, nyatuin dua budaya itu nggak selalu kayak dongeng romantis. Butuh usaha. Jadi ya, jangan meninggikan satu golongan di atas yang lain. Fokuslah sama orang yang benar-benar mengutamakan Allah, apa pun latar belakang ceritanya.