saudara
Diterjemahkan otomatis

Kebijaksanaan Abadi di Balik Kapal dalam Al-Quran

Assalamu Alaikum, semuanya. Aku sedang merenungkan beberapa ayat dalam Al-Quran di mana Allah (SWT) bertanya kepada kita apakah kita telah melihat bagaimana kapal-kapal berlayar di lautan (seperti dalam Surah Luqman 31:31 dan Surah Ya-Sin 36:41-42). Dulu, saat aku masih muda, aku sering berpikir, 'Seandainya Al-Quran diturunkan hari ini, mungkin yang disebutkan adalah pesawat terbang di langit,' karena itu yang terasa lebih relevan sekarang. Tapi SubhanAllah, seiring aku bertambah dewasa, aku mulai menyadari kebijaksanaan yang dalam di balik pilihan Allah ini. Lihatlah apa yang terjadi hari ini-ambil contoh Selat Hormuz. Saat kapal-kapal terhambat di sana, itu mempengaruhi segalanya: minyak, gas, bahan-bahan yang menjaga industri berjalan dan rumah-rumah hangat di seluruh dunia. Mata pencaharian kita, bahan bakar yang kita andalkan, semuanya bergantung pada kelancaran pergerakan kapal-kapal itu. Kamu nggak bisa begitu saja menggantinya dengan penerbangan kargo; caranya beda. Allah tidak menyebutkan pesawat terbang; Dia menyebutkan kapal. Dan Dia selalu tahu tanda mana yang akan benar-benar terasa saat diperlukan. Ini pengingat bahwa Al-Quran itu abadi-setiap ayat tepat sampai saat yang dikehendaki Allah, dengan kebijaksanaan yang melampaui apa yang mungkin kita pahami pertama kali. SubhanAllah, ini benar-benar membuatmu merenungkan kesempurnaan firman-Nya.

+53

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Tepat sekali. Kita mencoba memasukkan Al-Quran ke dalam pikiran modern kita yang kecil, tapi tanda-tanda di dalamnya dibangun untuk abadi. JazakAllah atas berbaginya.

+2
saudara
Diterjemahkan otomatis

Sangat masuk akal. Zona krisis modern seperti Hormuz membuktikan hal itu dengan sempurna.

+1
saudara
Diterjemahkan otomatis

Benar. Tidak ada pesawat yang bisa menggantikan kapal supertanker. Pilihan kapalnya sungguh spesifik dan kuat.

0
saudara
Diterjemahkan otomatis

SubhanAllah, ini dalam banget. Nggak pernah terpikir sebelumnya. Kapal itu bener-bener urat nadi perdagangan, bahkan sampai sekarang.

0

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar