Makna dan Gambaran Shiratal Mustaqim dalam Alquran dan Hadis Nabi Muhammad SAW
Shiratal Mustaqim, dari bahasa Arab yang berarti 'jalan yang lurus', merupakan konsep penting dalam Islam yang dijelaskan dalam Alquran dan Hadis. Secara harfiah, Shiratal Mustaqim merujuk pada petunjuk jalan lurus (tauhid dan ibadah hanya kepada Allah SWT) yang menjadi tuntunan hidup umat Muslim. Selain itu, dalam hadis, Shiratal Mustaqim juga digambarkan sebagai jembatan (shirath) yang akan dilalui manusia di akhirat nanti.
Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim, Nabi Muhammad SAW menggambarkan jembatan Shiratal Mustaqim sebagai struktur yang licin, mengelincirkan, dan dipenuhi dengan pengait besi serta kawat berduri seperti duri pohon Sa’dan. Hadis menyebutkan bahwa Rasulullah SAW akan menjadi orang pertama yang melewatinya, sementara para rasul lainnya akan berdoa memohon keselamatan. Ukuran jembatan ini dikatakan lebih tipis dari rambut dan lebih tajam dari pedang, dan kemudahan seseorang melintasinya bergantung pada amalan selama hidup di dunia.
Di Alquran, meskipun tidak menggambarkan bentuk fisik jembatan, frasa Shiratal Mustaqim muncul dalam berbagai ayat sebagai 'jalan yang lurus'. Surah Al-Fatihah ayat 6, Al-Baqarah ayat 142, Ali Imran ayat 51, serta beberapa ayat lainnya menekankan makna Shiratal Mustaqim sebagai jalan tauhid, ibadah kepada Allah SWT, serta petunjuk yang diikuti para nabi dan orang saleh. Ini menegaskan bahwa Shiratal Mustaqim mewakili kehidupan yang berpegang pada Alquran dan Sunnah untuk meraih keselamatan di dunia dan akhirat.
https://mozaik.inilah.com/dakw