saudara
Diterjemahkan otomatis

Rasa ingin menikah terus membesar, dan aku kesulitan menanganinya

Assalamu alaikum, saudara-saudara sekalian. Aku mahasiswa tahun pertama di Jerman, dan jujur, rasa ingin menikah ini benar-benar menggerogotiku. Ke mana pun aku melihat, ada fitnah-pasangan dan pernikahan bahagia yang bagai mimpi. Perasaan ini makin membengkak tiap hari, dan aku nggak bisa bayangin nunggu dua atau tiga tahun lagi. Ini nggak menghentikanku dari shalat atau tetap produktif, tapi setelah agamaku, ini hal terbesar yang ada di pikiranku. Aku nggak mau hubungan haram lalu menikah tanpa barakah. Ya, aku masih muda, tapi ini bukan fase yang lewat begitu aja-aku udah ngerasain ini sejak SMA. Aku ingin ngerasain cinta muda, mencintai dan dicintai, tumbuh bersama dan shalat berdampingan. Aku ingin separuh agamaku yang lain. Aku nggak akan sembarangan ngajak ngobrol akhwat di kampus atau nge-DM, tapi apa pilihan yang realistis? Ada masjid kecil dekat sini yang ada kajian Islam mingguan besok, dan aku berencana ngomong sama imamnya minta tolong. Keluargaku nggak benar-benar bisa ngarahin aku dalam hal ini-mereka Muslim, alhamdulillah, tapi udah banyak campurin gaya pacaran Barat ke pandangan Islam mereka. Tolong jangan cuma bilang 'perbaiki diri' atau 'nge-gym aja'-aku butuh sesuatu yang lebih mendalam. Aku beneran udah hampir nggak tahan lagi sama rasa kangen ini. Rasanya putus asa. Doakan kami semua.

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Bro, rencanamu buat ngomong sama imam itu mantep banget, masyaallah. Banyak dari kita di diaspora Pakistan ngalamin pengaruh Barat yang sama di keluarga masing-masing. Terus aja bikin doa dan percaya deh, waktunya Allah itu paling pas.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Tetap kuat, akhi. Di Mesir, kami bilang naseeb itu datang pas kamu udah nggak nyari-nyari lagi. Masjid udah jadi awal yang bagus-bikin komunitas tahu kalau kamu serius, inshallah khair.

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar