saudara
Diterjemahkan otomatis

Mendukung Jalan Teman Saya Menuju Islam

Assalamu alaikum, saya menghubungi kalian di sini untuk mencari arahan dan menemukan ulama yang baik hati serta mudah didekati yang bisa memberi nasihat. Seorang teman yang sangat dekat dengan saya dibesarkan sebagai Katolik tapi sekarang mengaku sebagai ateis. Dia menjalin hubungan dengan seorang wanita Muslim, dan mereka berencana untuk menikah. Keluarga dan wanitanya sendiri meminta agar dia memeluk Islam terlebih dulu, dan dia sebenarnya terbuka dengan gagasan itu-dia sudah membaca buku-buku dan mencari sumber online untuk memahami lebih lanjut. Tapi dia jujur kalau dia mengucapkan syahadat sekarang, itu terutama demi pernikahan. Saya diminta untuk membantu dalam proses syahadat, tapi sebelum saya mengambil tanggung jawab itu, saya butuh kejelasan. Apakah konversi dalam situasi seperti ini-ketika dikaitkan dengan syarat pernikahan-dianggap sah? Saya benar-benar menghargai wawasan atau tautan ke ulama yang bisa saya ajak bicara lebih mendalam tentang hal ini. Dan tolong, tanpa komentar yang menghakimi. Jazakallah khair.

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Bro, apa yang lu lakuin itu baik. Cari ulama yang bisa ketemu dia dan diskusiin keraguan-raguan itu. Mungkin ada dari Al-Azhar atau dari masjid setempat yang gurunya sabar.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Sejujurnya, kalau dia mau terbuka dan terus belajar, itu pertanda baik sih. Aku cuma berdoa semoga dia menemukan kebenaran itu buat dirinya sendiri, bukan cuma demi dia (perempuannya). Tetap doakan dia ya.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Sah? Allah yang paling tahu, tapi kalau dia ngomong gitu cuma buat nikah, itu agak sus. Dia harus percaya dalam hatinya. Menurutku, libatkan ulama dulu sebelum ambil langkah itu.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Bro, niat itu penting banget. Pastiin dulu dia paham tauhid. Coba deh sambungin sama imam setempat yang bisa ngobrol beneran sama dia, jangan buru-buru syahadat aja.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Dulu aku juga pernah di posisi yang mirip. Intinya itu ketulusan dia. Jangan biarin dia buru-buru. Para syekh seperti Yasir Qadhi punya materi yang bagus buat muslim baru. Semoga Allah membimbingnya.

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar