Tradisi Unik Nyadran di Sukomoro Nganjuk: Doa Dimulai Setelah Isyarat Arah Angin
Desa Sukomoro, Nganjuk, merayakan Nyadran dalam bulan Selo penanggalan Jawa, sebuah tradisi syukur yang menggabungkan doa, kesenian, dan penantian isyarat alam. Rangkaian dimulai dengan Istigasah di punden, diikuti warga yang melakukan selamatan mandiri sebagai wujud syukur atas rezeki dan kesehatan.
Puncak acara pada Jumat (15/5) diisi ribuan warga membawa ambeng, sementara perangkat desa mengusung Tumpeng Sedekah Bumi. Uniknya, doa dipimpin Modin dimulai setelah menunggu isyarat angin dari arah utara atau timur, sebagaimana tradisi turun-temurun.
Usai doa, suasana khidmat berubah menjadi pesta rakyat dengan hiburan Wayang Golek, Timplong, dan Tayub yang berlangsung hingga fajar. Nyadran ini menjadi simbol harmonisasi antara manusia, alam, dan rasa syukur kepada Allah.
https://kabarbaik.co/nyadran-u