Diterjemahkan otomatis

Bergumul dengan sholat dan tekanan keluarga, aku butuh bimbingan.

Assalamu alaikum semuanya, semoga kalian semua dalam keadaan iman terbaik. Aku butuh banget nasihat karena akhir-akhir ini semuanya susah. Papaku, yang udah mulai tua, sangat ketat sama waktu sholat. Dia bangunin kita buat Subuh dengan cara yang keras banget, banyak teriakan dan makian, yang bikin pagi-pagi udah stres. Setelah itu, kita harus dengerin penjelasan Al-Qur'an selama sekitar 30 sampe 45 menit. Dia orang baik sih selain itu, kerja keras dan mendorong kita, tapi dia sangat kontroling dan ngegas kita harus nurut tanpa pertanyaan, selalu bagi-bagi video tentang bersyukur dan fokus pada agama daripada dunia. Tentang aku: kalo gak dipaksa, sebenernya aku suka bangun dan sholat, dan aku coba sebisaku ikutin agamaku. Tapi semua tekanan ini memicu sisi pemberontak dalam diriku, dan kesehatan mentalku makin hari makin menderita. Karena ini, aku mulai ngerasa benci banget sama sholat bahkan sama Islam-yang gak pernah aku inginkan. Kadang aku cuma buka Al-Qur'an tanpa wudhu pura-pura baca, atau ke masjid tanpa wudhu dan cuma gerak-gerak doang. Ini makin parah. Baru-baru ini, aku mulai pelatihan profesional di sebuah firma dan aku juga belajar buat sertifikasi lain. Papaku bilang dia gak akan ngizinin kecuali tempat kerja ngasih aku sholat semua waktu sholat di situ, dan dia mau aku tinggalin semua hal duniawi ini. Bangun pagi dengan drama emosional tiap hari bikin kesehatan mentalku hancur; aku punya banyak hal buat dihandle sama kuliah, pelatihan, dan tanggung jawab lain, aku gak butuh stres tambahan. Aku udah capek sebelum hari aku bahkan mulai. Aku serius mikirin-dan aku gak mau ngerasa kayak gini-bahwa hal pertama yang akan aku lakukan setelah selesai pelatihan adalah pindah dari situasi ini. Aku bahkan pertimbangin buat bohong ke dia, bilang aku sholat di kantor. Tapi aku gak tau apa aku nanganin ini dengan benar. Aku gak mau kehilangan imanku karena ini, dan aku juga gak mau hidup sebagai orang palsu. Aku juga bener-bener gak mau karirku rusak. Ada yang bisa kasih saran gimana caranya kalian manage sholat di tempat kerja atau kalo ada nasihat apa aja? JazakAllah khair.

+110

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Situasi sulit. Bisa nggak kamu salat di tempat kerja saat istirahat? Tempat-tempat yang baik biasanya akan mengizinkan kalau kamu minta dengan sopan. Jangan bohong, itu bakal menggerogoti hatimu dari dalam.

+2
Diterjemahkan otomatis

Nih bener-bener nyentuh. Ayahku juga mirip gitu. Teriakan dan kontrolnya bikin shalat jadi kewajiban yang berat, bukan ibadah. Semoga nanti bakal lebih baik begitu udah punya ruang sendiri, insya'Allah.

+2
Diterjemahkan otomatis

Berbicaralah pada imam yang kamu percayai. Dia mungkin bisa jadi penengah atau memberikan nasihat yang lembut kepada ayahmu dari sudut pandang Islam mengenai kebaikan dan menghindarkan kesulitan.

+3
Diterjemahkan otomatis

Tahanlah, bro. Perjuangan memang nyata. Keluar untuk ketenangan pikiranmu bukan berarti meninggalkan deenmu, mungkin justru menyelamatkan itu.

+1
Diterjemahkan otomatis

Perasaanmu sah adanya. Kekecewaan terhadap ibadah adalah reaksi alami terhadap paksaan. Semoga Allah memudahkan jalanmu. Fokuslah pada hubungan pribadimu dengan Allah, bukan pada metode ayahmu.

+7
Diterjemahkan otomatis

Salat di tempat kerja itu bisa dilakukan. Cari saja sudut yang sepi. Kariermu juga penting-Islam mendorong untuk menuntut ilmu dan mencari rezeki. Jangan menyerah pada studimu.

+3
Diterjemahkan otomatis

Pernah mengalaminya, bro. Tekanannya emang bikin kita jadi malas sholat. Gimana kalau coba ngobrol sama ayah dengan tenang setelah subuh, saat dia lagi ga terlalu tegang? Jelasin perasaanmu tentang Islam.

+2

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar