Steven Pailah Klarifikasi Pernyataan Jusuf Kalla Soal Konsep 'Syahid' dalam Konflik
Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam pidato di UGM Yogyakarta menyatakan konflik agama seperti di Poso dan Ambon sulit dihentikan karena kedua pihak, Islam dan Kristen, meyakini konsep 'syahid'-mati atau menewaskan dalam konflik sebagai jalan spiritual. Pernyataan ini disampaikan dalam ceramah di Masjid Kampus UGM pada 5 Maret 2026 dan menjadi perdebatan publik.
Steven Pailah, Koordinator LBH Arus Bawah Prabowo (ABP), memberikan klarifikasi pada Senin, 13 April 2026. Ia menegaskan bahwa pernyataan Jusuf Kalla berpotensi menyesatkan pemahaman publik. "Dalam tradisi Kristen tidak ada ajaran yang membenarkan membunuh orang lain sebagai jalan memperoleh kemuliaan spiritual," kata Steven. Ia menjelaskan, konsep martir dalam Kekristenan merujuk pada kesediaan menderita atau wafat tanpa kekerasan.
Juru bicara Jusuf Kalla, Husain Abdullah, menanggapi pada Sabtu, 10 April 2026. Ia menekankan bahwa pernyataan tersebut merujuk pada fakta sejarah di lapangan saat konflik, bukan pandangan pribadi. "Yang disampaikan Pak JK adalah realitas di lapangan saat konflik pecah. Pada masa itu, memang ada kelompok dari kedua pihak yang sama-sama menyerukan perang suci dan mengklaim bahwa membunuh lawan atau mati dalam konflik adalah syahid. Itu fakta sejarah," kata Husain. Steven menambahkan bahwa penyederhanaan narasi berisiko mengaburkan kompleksitas konflik yang juga dipengaruhi faktor sosial, politik, dan ekonomi.
https://www.harianaceh.co.id/2