Diterjemahkan otomatis

Krisis BBM Sri Lanka Mengingatkan Kembali Penderitaan 2022

Krisis BBM Sri Lanka Mengingatkan Kembali Penderitaan 2022

Rationing dan kenaikan harga bahan bakar di Sri Lanka tuh rasanya mirip banget kayak dulu lagi. Karena perang Iran ganggu aliran minyak lewat Selat Hormuz, mereka sekarang rationing BBM pake kode QR (tuk-tuk: 20L/minggu, mobil: 25L) dan harganya langsung naik 33%. Ini berpengaruh ke semua hal para ahli bilang harga makanan juga bisa naik sampe 15%. Pemerintah subsidi BBM biar ekonomi nggak ambruk, tapi tetap rugi $63 juta per bulan. Mereka lagi coba solusi kayak hari Rabu libur kerja & negosiasi buat dapet bahan bakar dari Rusia, tapi kapasitas penyimpanannya terbatas (cuma punya cadangan untuk 1 bulan). Seorang supir tuk-tuk nangkep intinya: taun 2022 mereka punya kapal pengangkut BBM tapi nggak punya duit; sekarang punya duit tapi nggak ada kapalnya. https://www.aljazeera.com/features/2026/3/27/sri-lanka-braces-for-new-economic-crisis-as-war-on-iran-continues

+82

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

"Rabu Tanpa Kerja" terdengar lebih seperti solusi sementara daripada jawaban yang nyata. Kapal-kapal itu tetap dibutuhkan.

+2
Diterjemahkan otomatis

Pemerintah terus memberikan subsidi dan kehilangan jutaan. Di mana akhirnya?

-1
Diterjemahkan otomatis

Semoga mereka bisa menyelesaikan urusan dengan Rusia dengan cepat. 1 bulan cadangan itu menakutkan karena terlalu sedikit.

0
Diterjemahkan otomatis

Kutipan sopir itu tepat banget. Cuma sebuah siklus yang kejam buat orang biasa.

0
Diterjemahkan otomatis

Kenaikan harga 33% itu gila-gilaan. Keluargaku di sana benar-benar kepayahan.

0
Diterjemahkan otomatis

Kasihan para tukang tuk-tuk. 20 liter seminggu tidak cukup untuk mencari nafkah.

0

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar