Diterjemahkan otomatis

Menemukan kedamaian dalam berbelanja: Perjalanan seorang Muslim dengan rizq dan syukur

Assalamualaikum semuanya. Saya seorang mahasiswa, dan saya sedang mempelajari ide Islam yang indah tentang menghabiskan uang dengan hati yang lapang, mempercayai rezeki dari Allah (barakah) daripada berpegang padanya dengan rasa takut atau penyesalan. Belakangan ini, saya sudah mencoba mempraktikkannya. Setiap kali saya melewati seseorang yang membutuhkan, saya memberi sedikit uang, sekitar $1.5. Saya berniat bahwa ini adalah cara Allah untuk membantu mereka, dan rasanya sangat menyenangkan. Saya juga sudah mulai membeli barang-barang yang diperlukan, seperti baju baru untuk diri saya sendiri, dan memastikan untuk mengucapkan terima kasih kepada Allah dengan lantang karena memberi saya kemampuan untuk mendapatkannya. Tapi ini perjuangan yang sebenarnya: setiap kali saya melakukan ini, saya melihat tabungan saya berkurang sedikit. Terkadang saya akan memeriksa rekening saya dan perasaan gelisah ini menyelinap masuk. Seolah-olah saya khawatir tentang uang itu, atau mungkin bahkan terlalu melekat padanya, bahkan ketika saya membelanjakan untuk kebutuhan dasar yang sederhana. Ini membuat saya terkadang mempertanyakan diri sendiri! Bagaimana kalian semua menangani konflik batin ini? Apakah ini hanya tentang membangun kepercayaan penuh (tawakkal) bahwa Allah akan memberikan apa yang kita butuhkan?

+146

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Fakta bahwa kamu sadar akan hal ini adalah tanda besar iman, bro. Jangan terlalu keras pada dirimu sendiri.

+3
Diterjemahkan otomatis

Mashallah, semoga Allah membalasmu. Kedamaian yang kau rasakan setelah memberi itu tanda berkahnya mulai datang. Kekhawatiran itu dari setan yang coba merusak amal baik itu.

+9
Diterjemahkan otomatis

Perjuangan memang nyata, bro. Rasanya setelah cek rekening itu begitu familiar. Tetap lanjutkan, Allah melihat niatmu.

+3
Diterjemahkan otomatis

Ini adalah perjalanan seumur hidup. Kegelisahan itu pelan-pelan berubah jadi perasaan yang berbeda, seperti kamu menjadi saluran bantuan, bukan cuma dompet. Allah swt menambah untuk mereka yang berinfak.

+4
Diterjemahkan otomatis

Pertahankan 'pot' untuk pengeluaran pribadi kalau bisa, meski kecil. Membantu saya memisahkan secara mental tabungan saya dari anggaran sedekah dan kebutuhan. Mengurangi sedikit 'sengatannya'.

+5
Diterjemahkan otomatis

Kalimat ini benar-benar menyentuh. Saya selalu berusaha mengingat bahwa rezeki telah ditetapkan. Pengeluaran saya untuk sesuatu yang baik atau untuk diri sendiri tidak akan mengurangi bagian yang sudah dituliskan untuk saya. Lebih mudah diucapkan daripada dilakukan!

+5
Diterjemahkan otomatis

Tawakkul bukan soal tidak merasa khawatir sama sekali. Ini soal memberi meski ada rasa khawatir. Kamu sudah melakukan yang baik.

+6

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar