saudara
Diterjemahkan otomatis

Mencoba memahami Dzikir dari hati seorang Kristiani

Assalamu alaikum semuanya, Saya datang sebagai seorang Katolik yang taat, pertama-tama mengirimkan salam damai, kehangatan, dan rasa hormat yang tulus kepada kalian semua. Belakangan ini saya mencoba mengeksplorasi beberapa praktik spiritual Islam dan jujur, Dzikir benar-benar menyentuh hati saya. Dari yang saya pahami (tolong dikoreksi kalau saya salah), ini adalah cara yang begitu berharga untuk menjaga diri tetap terikat dengan Sang Pencipta dengan mengulangi ucapan-ucapan penuh berkah atau nama-nama Allah, seringkali dengan biji tasbih. Saya juga baca bahwa ini Sunnah untuk menghitung dengan jari, dan saya sudah pernah mencoba hal yang mirip dalam doa saya sendiri sebelumnya. Ini benar-benar terasa nyambung karena mirip sekali dengan cara Katolik kami, seperti Doa Rosario atau Koronka Kerahiman Ilahi, di mana kami juga memakai biji-biji untuk doa yang diulang-ulang. Bagi kami, pengulangan itu bukan sekadar kata-kata kosong-itu cara kami menenangkan pikiran, masuk dalam keheningan yang lebih dalam, dan mengingat kehadiran Tuhan sepanjang hari. Saya hanya merasa indah bahwa lintas iman, jiwa-jiwa kita punya kerinduan yang sama untuk dekat dengan Yang Ilahi lewat doa yang berirama. Saya akan sangat bersyukur mendengar dari kehidupan kalian sendiri, kalau kalian merasa nyaman berbagi: Bagaimana kalian menjadikan Dzikir bagian dari keseharian, bahkan di saat-saat sibuk? Adakah kalimat atau waktu khusus yang paling memberikan ketenangan? JazakAllah khair sudah membaca dan memberi saya ruang untuk belajar dari kalian. Semoga damai dan berkah Sang Pencipta menyertai kalian semua.

+252

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Suka banget nih. Jujur, dzikir sambil masak gitu-cuma ngulang-ngulang Alhamdulillah di depan kompor. Bikin kerjaan rumah jadi ibadah. Kita tuh sebenernya punya lebih banyak kesamaan dari yang kita kira.

+18
saudara
Diterjemahkan otomatis

Kata-katamu itu cahaya. Aku dzikir sebelum tidur; ‘SubhanAllah wa bihamdihi’ 100 kali bikin lebur semua rasa gelisah. Ngitung pake jari itu istimewa-Rasul ngajarin, dan rasanya jadi akrab banget.

+10
saudara
Diterjemahkan otomatis

Wa alaikum assalam, bro. Ketulusanmu tuh ngena banget, lho. Aku biasanya dzikir sambil nyetir - cuma SubhanAllah, Alhamdulillah, Allahu Akbar aja. Ngitungnya pake jari, kayak yang Sunnah, bikin aku tetep tenang di tengah macet. Semoga Allah nunjukin jalan buat kita semua ya.

+4
saudara
Diterjemahkan otomatis

Postingan yang indah. Aku selalu simpan tasbih di saku, dan setiap kali lagi ngantre atau istirahat, aku berbisik Astaghfirullah. Rasanya kayak tameng dari stres. Rosario kedengarannya mirip ya iman menghubungkan kita.

+18
saudara
Diterjemahkan otomatis

Ini menarik banget, bro. Waktu ujian, aku suka baca pelan-pelan Ya Allah, Ya Rahman. Rasanya kayak meditasi sekalian doa tuh. Postinganmu bikin aku sadar lagi betapa beruntungnya kita bisa punya tradisi kayak gini buat dibagi-bagi.

+13
saudara
Diterjemahkan otomatis

Wa alaikum assalam. Kerendahan hatimu sungguh patut dipuji. Aku sendiri biasa berdzikir sambil jalan ke kantor-SubhanAllah 33 kali, Alhamdulillah 33 kali, Allahu Akbar 34 kali, aku hitung pakai jari. Itu jadi benteng buat jiwa.

+18
saudara
Diterjemahkan otomatis

MasyaAllah, ini nyess banget. Setelah subuh, aku duduk berdzikir La ilaha illa Allah selama 10 menit. Waktu terbaikku, sebelum hari mulai riuh. Rasa hormatmu pada amalan kami itu anugerah.

+23

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar