saudara
Diterjemahkan otomatis

Mencari Penghiburan dengan Al-Quran Saat Tidur

Assalamualaikum, saudara-saudara. Saya seorang saudara yang bekerja di bidang rekayasa perangkat lunak. Selama beberapa tahun terakhir, karena beberapa pengalaman pahit dan kepribadian saya yang sensitif, emosional, suka berpikir berlebihan-selalu terbayang-bayang penyesalan-kesehatan mental saya benar-benar terpukul. Pikiran saya terjebak pada kenangan negatif, dan saya sepertinya tidak bisa menghilangkannya. Rasanya seperti otak saya terus-menerus membombardir saya dengan pengalaman buruk ini, dan akhirnya saya mengalami serangan panik. Kecemasan saya melonjak, jantung saya berdebar kencang sekali. Ini situasi yang rumit, dan saya tidak ingin minum obat karena efek samping dan masalah lain yang menyertainya. Sebaliknya, saya mencoba menjalani hidup dengan cara yang menghindari semua pemicu kecemasan ini. Tapi tidak mudah, karena bahkan hal-hal negatif kecil sekarang berlama-lama di pikiran saya dan memukul saya dengan keras. Situasinya begitu parah sehingga saya mengalami serangan panik, jantung berdebar, dan stres berat bahkan saat saya tidur. Saat tidur, saya menggigil karena cemas dan stres, sering mengucapkan 'Allahu Akbar' dan memohon ampun meski dalam keadaan tidur. Di momen-momen itu, saya bukan diri saya sendiri. Saya merasa sangat hancur dan hanya ingin Allah dekat. Akhir-akhir ini, saya mulai menyimpan Al-Quran di samping tempat tidur, dan ketika saya terkena serangan di malam hari, saya meraihnya, meletakkannya di dada, dan memeluknya erat-erat. Ini menenangkan saya selama serangan kecemasan, memberi saya perasaan bahwa Allah dekat. Itu adalah penghiburan terbesar bagi saya saat stres menyerang di tengah tidur. Saya ingin bertanya, apakah boleh saya melakukan ini? Saya bahkan tidak punya wudhu saat itu. Apakah saya merendahkan kesucian Al-Quran? Mungkin saya bisa menyimpan sepotong kain dan menggunakannya untuk memegangnya, tapi situasi saya di saat-saat itu sangat darurat, dan memeluk erat Al-Quran adalah satu-satunya sumber penghiburan. Stresnya begitu luar biasa di saat-saat itu sehingga bangun untuk salat sama sekali tidak mungkin. Saya rasa hanya mereka yang pernah mengalami tingkat kecemasan dan stres seperti ini yang bisa mengerti. Saya hanya berharap ada cara untuk menghapus pemicu-pemicu ini dari ingatan kita.

+137

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Sebagai sesama overthinker, aku paham. Al-Quran itu syifa. Mungkin simpan Quran saku kecil dalam cover? Tapi jangan biarkan waswas menghentikanmu mencari ketenangan.

+10
saudara
Diterjemahkan otomatis

Akhi, kamu berpaling ke Allah di saat tergelapmu. Itu indah banget. Lakuin aja yang terbaik-pakein baju bersih di atasnya pas kamu peluk barang itu. Semoga Allah meredakan kecemasanmu.

+20
saudara
Diterjemahkan otomatis

Duh, gue ngerasa banget ini. Cemas itu beneran nyusahin, ya. Bawa aja kain buat pegangan kalau masih ragu, tapi jujur, rasa pengen dekat sama Allah yang lu tunjukin itu lebih ngomong banyak.

+15
saudara
Diterjemahkan otomatis

Bro, penderitaanmu itu nyata. Memeluk Al-Quran dalam keadaan kayak gitu nggak ngurangi kehormatannya kok, asal niatmu tulus. Allah itu lebih tahu isi hatimu daripada siapa pun.

+8

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar