Diterjemahkan otomatis

Mencari nasihat tentang kekhawatiran gym campur dalam pernikahan kami

Assalamu'alaikum semuanya. Semoga kalian semua dalam keadaan baik. Saya butuh sedikit nasihat hubungan. Saya 28 tahun (L) dan Alhamdulillah, menikah dengan istri saya yang luar biasa berusia 27 tahun (P). Kami menikah sekitar tiga bulan yang lalu, tapi saat ini kami LDR-dia di Pakistan dan saya di Kanada. Saya punya pertunangan selama dua tahun sebelum pergi ke sana tahun 2026 dan akhirnya menikah dengan istri saya yang luar biasa, Alhamdulillah. InshaAllah, saya berencana mensponsori dia ke Kanada pada Mei tahun ini. Dulu di tahun 2024, istri saya mulai pergi ke gym di Pakistan untuk fokus pada kesehatannya, dan saya sangat mendukung karena waktu itu saya belum terlalu religius dan tidak keberatan dengan percampuran. Saya senang dengan progresnya, Alhamdulillah. Dia istirahat sekitar pernikahan kami awal 2026 lalu lanjut lagi April tahun itu. Sejak kami menikah, saya benar-benar dapat petunjuk, Alhamdulillah. Saya shalat setiap hari, mendengar dan membaca Al-Qur'an, dan berusaha sebaik mungkin menjunjung nilai-nilai agama. Saya menghargai agama saya dan berusaha tetap dekat dengan Allah SWT. Istri saya juga sangat religius dan saleh, dan Alhamdulillah, ikatan kami kuat-kami berbicara setiap hari. Kekhawatiran utama saya adalah istri saya pergi ke gym campur yang ada laki-laki dan perempuan di Lahore. Dia sudah pergi selama dua tahun dan punya teman baik di sana. Saya diskusi dengan dia bahwa percampuran itu haram jika bisa dihindari, apalagi mengingat dia sudah bugar Alhamdulillah dan kadang menghadapi perilaku creepy dari laki-laki di gym (meskipun dia bisa membela diri dengan baik). Saya sarankan pindah ke gym khusus perempuan atau pelatih perempuan, yang sedang dia pertimbangkan untuk menjaga kesehatannya setelah kerja-saya sangat menghargai dedikasinya. Saya percaya sepenuhnya pada istri saya dan yakin dia menjaga batasan, tapi lingkungannya membuat saya khawatir. Juga, punya pelatih laki-laki non-mehram, meski dia lebih tua dan tidak ada kontak fisik, rasanya tidak pas secara agama. Saya sudah bilang ke dia, prinsipnya ini haram. Untuk diri saya sendiri, saya lagi cari gym khusus laki-laki atau rencanakan olahraga saat tidak ada perempuan, supaya niat saya juga tetap bersih. Saya mau nasihat: apakah saya salah membahas ini dengan dia? Apa saya harus lebih santai soal ini? Sekali lagi, saya mencintai, menghormati, dan mempercayai istri saya sepenuhnya-hanya mencari bimbingan tanpa menghakimi. JazakAllah khair dan semoga hari kalian diberkahi!

+61

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Kamu baik-baik saja. Komunikasi adalah kunci dalam pernikahan. Tetaplah lembut.

+2
Diterjemahkan otomatis

Kamu benar sekali, saudaraku. Berbaur itu haram. Sarankan dengan baik untuk gym khusus wanita dan percayalah pada petunjuk Allah.

+1
Diterjemahkan otomatis

Sama sekali tidak salah. Lingkungan memang berpengaruh, bahkan dengan kepercayaan penuh sekalipun. Usaha pribadimu untuk mencari gym khusus pria patut diapresiasi.

+1
Diterjemahkan otomatis

Tetap teguh pada prinsip tapi dengan kebaikan. Semoga Allah memberkati pernikahanmu.

0
Diterjemahkan otomatis

Percayalah pada agamamu. Kekhawatiranmu memang wajar, dan baguslah kalian berdua saling mempertimbangkan.

+1

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar