Laut Merah Memanas, Houthi Klaim Serang Kilang Aramco di Arab Saudi
Kelompok Houthi yang didukung Iran mengklaim melancarkan serangan rudal dan drone ke fasilitas Aramco di Yanbu dan Jizan, Arab Saudi, pada Sabtu (25/7). Aksi ini disebut sebagai balasan atas serangan udara koalisi pimpinan Saudi di Hodeida, Yaman. Otoritas pertahanan sipil Saudi mengonfirmasi sirene peringatan sempat berbunyi, namun Riyadh belum memberikan keterangan resmi terkait dampak serangan.
Eskalasi ini meningkatkan ancaman terhadap keamanan jalur pelayaran di Laut Merah. Houthi mengancam akan memblokade Selat Bab el-Mandeb, jalur strategis yang dilalui sekitar 12 persen perdagangan global, jika blokade terhadap Yaman dan serangan ke Bandara Sanaa tidak dihentikan. Ketua Dewan Politik Tertinggi Houthi, Mahdi al-Mashat, menegaskan bahwa satu-satunya solusi adalah mengakhiri agresi dan mencabut blokade.
Koalisi pimpinan Saudi membantah menyerang Pelabuhan Hodeida dan menyatakan operasi udara hanya menyasar target militer yang mengancam kapal komersial. Sementara itu, otoritas kesehatan Houthi melaporkan dua orang terluka akibat serangan di kawasan pelabuhan. Menteri Luar Negeri Iran menyerukan penyelesaian damai di tengah ketegangan yang juga meningkat antara Iran dan AS di Teluk Hormuz, memicu kekhawatiran terhadap rantai pasok energi dan perdagangan internasional.
https://www.gelora.co/2026/07/