Diterjemahkan otomatis

Menghubungkan Kembali dengan Islam: Perjalanan Penemuan Kembali

Halo semua, cuma mau berbagi cerita gue. Mungkin ada yang ngerasain hal sama, yang lagi nyari arah. Selama kurang lebih 13 tahun, gue menjauh dari Islam. Gue cuma gak bisa sepenuhnya memahami semuanya. Bahkan di masa-masa itu, gue tetap sangat menghormati Nabi Muhammad (Semoga keselamatan atasnya), dan banyak ajaran etika dari Al-Qur'an yang nempel di pikiran gue-terasa pas aja gitu. Gue gak pernah punya kritik keras tentang Islam itu sendiri, tapi gue memang berjuang sama cara sebagian muslim mempraktikkannya, dan gue gak ngerti kenapa salat dan puasa itu wajib. Gue liatnya sebagai pembatasan dan gak suka ngerasa dipaksa. Gue condong ke agnostik, pengen nemuin jawaban tapi gak pernah benar-benar menyelam dalam. Gue pikir masyarakat Barat punya semua solusi, selalu membayangkan pindah ke sana buat kabur dari hidup gue sekarang. Itulah masa dua puluhan gue-pada dasarnya berkeliaran, liat ke luar ketimbang menghargai apa yang udah ada di sekitar. Tahun ini, berkat rahmat Allah, gue ngerasa tertarik buat coba Islam lagi. Gue mutusin buat salat lagi, mulai dari Maghrib di malam Ramadan diumumin. Awalnya, gue gak ngerasain getaran emosi apa-apa, tapi gue terusin, berkomitmen buat salat dan puasa sebulan penuh. Minggu pertama: gak ada perasaan besar. Minggu kedua: sesuatu mulai bergerak dalam diri. Minggu ketiga: gue jatuh kembali ke Islam, sepenuh hati dan jiwa. Pemicunya? Mungkin lo ketawa, tapi gue nemu beberapa video Steve Harvey yang bahas dan puji Islam-satu tentang Nabi Muhammad (Semoga keselamatan atasnya) dan satu lagi tentang Allah subhanahu wa ta'ala. Serius, gue belum pernah nyari konten Islam online sebelumnya. Tapi video itu muncul, dan gue masuk lebih dalam. Algoritma terus nunjukin gue ceramah dakwah dan debat, dan gue sadar gue gak punya argumen beneran melawan Islam. Liat orang lain kembali bikin gue bahagia beneran buat mereka. Tirai yang nutup hati dan pikiran gue itu terbuka. Semua yang gue percaya sebelumnya runtuh. Gue nyesel sama tahun-tahun yang hilang dan sempat nangis karenanya, tapi sekarang gue fokus sama yang bisa gue lakuin hari ini dan besok, insya'Allah.

+61

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Rasanya. Aku juga menghabiskan usia 20-an dengan mengambang. Perasaan saat tirai itu terbuka tak terdeskripsikan. Alhamdulillah.

+1
Diterjemahkan otomatis

MashaAllah, ketulusanmu begitu terasa. Semoga Allah menjaga hatimu tetap kuat dalam agama.

+1
Diterjemahkan otomatis

Menyentuh dalam sekali. Aku juga baru saja kembali setelah terombang-ambing bertahun-tahun. Penyesalan itu memang nyata, tapi fokus pada masa sekarang adalah kunci. Insha'Allah.

0
Diterjemahkan otomatis

Rasanya sama di sini, bro. Konten debat dan dakwahnya juga benar-benar membuka mata gue. Nggak ada lagi argumen yang tersisa.

0

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar