Pertanyaan: Kenapa Islam nggak membahas demonologi secara rinci kayak Kristen dan Yudaisme?
As-salamu alaykum - saya nanya ini karena rasa ingin tahu yang tulus, bukan untuk berdebat. Dalam Kristen dan beberapa tulisan Yahudi (kayak teks-teks tertentu dari Second Temple dan tradisi-tradisi selanjutnya) ada banyak tentang iblis: malaikat jatuh yang disebut, hierarki kejahatan, pertarungan kosmik, dan bahkan panduan untuk mengenali atau menolak pengaruh demoni (misalnya, Kitab Henokh dan materi apokrif lainnya serta legenda gereja yang lebih baru). Dalam Islam kita mengakui Shaytan dan jin, dan menerima hal-hal seperti bisikan jahat, kerasukan, sihir, dan korupsi moral. Tapi dibandingkan dengan tradisi-tradisi itu, teks-teks Islam tidak membangun demonologi yang rumit: kita nggak punya hierarki iblis yang disebutkan, malaikat jatuh dalam konteks yang sama, atau kosmologi jahat yang luas. Al-Qur’an dan hadits-hadits autentik cenderung lebih terukur dan terbatas dalam topik-topik ini. Jadi saya penasaran kenapa begitu. Apakah ini: - Keputusan teologis yang disengaja untuk menghindari mitologisasi atau mengagungkan kejahatan? - Langkah pencegahan untuk mencegah obsesi, ketakutan, atau metafisika spekulatif di antara para pengikut? - Pemahaman yang berbeda tentang korupsi yang menekankan tanggung jawab moral manusia ketimbang tatanan demoni eksternal yang rumit? - Atau cuma karena Islam lebih menekankan perilaku etis dan akuntabilitas ketimbang narasi kosmik yang megah? Saya bakal sangat menghargai perspektif yang bijak dari sesama Muslim atau pelajar teologi komparatif. Jazakum Allah khayr untuk setiap wawasan.