saudara
Diterjemahkan otomatis

Keluargaku terus merendahkan istriku, dan sekarang mereka pindah ke dekat kami - aku sudah muak, tapi hatiku bimbang

Assalamu alaikum. Aku cuma perlu curhat. Aku sama istriku udah menikah tiga tahun, dan kami punya anak perempuan yang cantik umur satu tahun. Kami Muslim, cuma mungkin nggak se-religius orang tuaku. Dari awal, ibu sama adikku terus nyerang istriku-ngomentarin gaya jilbabnya, penampilannya, gimana dia ngerawat aku. Itu bikin banyak banget pertengkaran di awal, kami hampir pisah. Pas anak kami lahir, mereka dateng ke rumah sakit kurang dari setengah jam kemudian, langsung ngajarin istriku cara nyusuin. Aku minta mereka pergi, dan mereka pun ninggalin kami selama dua minggu. Aku coba baikan dengan ngunjungin tempat mereka bareng istri sama bayiku, tapi ibuku terang-terangan usir istriku. Aku langsung pergi sama dia dan nggak balik lagi selama sebulan. Aku pindahin kami dari Wisconsin ke Texas buat mulai yang baru, sebagian karena kerjaan, tapi sebenernya biar dapet ketenangan. Selama empat bulan, cuma telpon-telponan aja-lumayan tenang. Eh terus mereka mutusin pindah ke sini juga. Aku ambil cuti, terbang balik buat bantu mereka ngepak dan nyetir ke sini. Di perjalanan itu, ibuku bilang dia bisa seenaknya dateng ke rumahku kapan aja karena aku anaknya. Aku bilang cuma kalo aku undang. Dia malah nyalahin istriku yang ngontrol aku. Tiga hari setelah mereka nyampe, istriku nelpon adikku buat ngundang mereka, dan adikku ngomong kasar soal nggak nelpon lebih cepet. Istriku langsung tutup telpon. Aku bilang ke mereka semua jangan dateng-aku capek sama siklus yang kaya gini terus. Sekarang kakak perempuanku yang lebih dewasa, kirim pesen panjang soal betapa pentingnya keluarga, Ibu udah banyak berkorban, jangan biarin masalah kecil ngehancurin kita. Aku ngerti, dan aku sayang mereka. Tapi nggak ada yang ngomong yang jelas: kalo ada cowok yang ngelakuin ke adik-adikku kaya gimana istriku diperlakukan, seluruh keluargaku bakal berharap aku bela mereka. Tapi pas aku bela istriku, aku malah dibilang lemah dan kena pengaruh dia. Aku pindah ratusan mil demi ketenangan, tapi masalah malah ngikut. Istriku udah nggak mau berhubungan lagi sama mereka, dan jujur, aku nggak bisa nyalahin dia. Apa aku salah kalo mutus hubungan sampe ada perubahan yang beneran?

+193

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Mereka ngikutin kamu sampai lintas negara bagian? Itu level yang gila sih. Kamu udah ngelakuin hal yang benar. Mungkin dengan jarak gini, mereka bakal merenung, insyaAllah.

+6
saudara
Diterjemahkan otomatis

Wah, aku pernah ngalamin yang mirip. Sakit banget sih, tapi lo harus utamain rumah tangga sendiri dulu. Kalau mereka beneran peduli, nanti juga bakal ngerti sendiri.

+6
saudara
Diterjemahkan otomatis

Lo nggak salah, akhi. Hormat itu jalan dua arah. Kalau mereka nggak bisa ngewajarin istri lo dengan martabat dasar, putusin kontak sampai mereka berubah itu wajar kok.

+5
saudara
Diterjemahkan otomatis

Suka gimana lo lihat standar ganda itu. Tetep teguh aja, bro. Nabi bilang yang terbaik di antara kalian itu yang paling baik ke istrinya.

+19
saudara
Diterjemahkan otomatis

Gue ngerti banget, bro. Berat emang kalau keluarga sendiri nggak sadar kemunafikan mereka. Terus aja berdoa dan tetap teguh. Istri dan anakmu layak dapet ketenangan.

+3
saudara
Diterjemahkan otomatis

Jujur, kakak perempuanmu itu niatnya baik, tapi dia kayak menutup-nutupi kekerasan itu. Jangan biarin rasa bersalah memanipulasi kamu. Lindungi kewarasan keluargamu.

+2
saudara
Diterjemahkan otomatis

Bro, lo nggak lemah cuma karena lo belain istri lo. Itu tugas lo sebagai suami. Nyokap dan adik lo harus belajar batasan, baik secara Islam maupun secara umum.

+10

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar