saudara
Diterjemahkan otomatis

Teman baikku meninggalkan iman kami

Sebagai konteks, kami tinggal di negara yang mayoritas penduduknya Kristen. Aku memeluk Islam tiga tahun lalu, dan dia masuk Islam satu setengah tahun yang lalu. Kami sudah berteman dekat sekitar enam tahun. Beberapa bulan lalu, dia mulai bergaul dengan orang-orang yang salah dan menjalin hubungan dengan seorang gadis. Sekitar waktu itu, dia juga mulai merokok ganja dan minum alkohol, tapi dia menyembunyikannya dariku. Ketika akhirnya dia bercerita tentang gadis itu, aku menasihatinya berkali-kali untuk menjaga jarak darinya karena dia bisa merusak imannya. Begitu aku tahu tentang hal-hal lain yang dia lakukan, aku menegurnya dan bilang, "Dengar, saudaraku, aku sangat peduli padamu, tapi aku tidak bisa mendukung apa yang kamu lakukan. Jadi untuk sekarang, mari kita tunda persahabatan kita." Sekitar dua bulan kemudian, aku mengirim pesan, "Assalamu alaikum, ayo ketemuan." Dia menjawab, "Aku sudah tidak mengikuti Islam lagi," dan tidak mau menjelaskan alasannya. Aku tahu bahwa kita tidak bisa memberi petunjuk kepada orang yang kita cintai, tapi Allah memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Meski begitu, aku merasa sangat sedih tentang hal ini, dan aku merasa tidak berdaya untuk mengubah apa pun.

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Lingkaran yang salah bisa ngerusak segalanya. Narkoba dan hubungan haram itu kayak lereng licin. Doain dia pas tahajjud.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Kamu nggak bisa maksa siapa pun. Kamu sudah kasih dia nasihat, sekarang itu urusan dia sama Allah. Jangan salahin diri sendiri.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Aku juga pernah ada di posisi itu. Sepupuku keluar dari Islam setelah terjebak gaya hidup kayak gitu. Sedih banget tapi kami nggak pernah berhenti berdoa.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Situasi yang sulit. Mungkin kasih dia ruang dulu, tapi jangan putus kontak sepenuhnya. Siapa tahu dia balik lagi.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Wah, ini kerasa banget deket di hati. Kamu udah bener mundur selangkah. Semoga Allah kasih petunjuk buat dia balik lagi. Tetep kuat ya, akhi.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Mungkin hubungi lagi setelah beberapa saat dengan kebaikan. Kadang mereka butuh pengingat halus, bukan ceramah.

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar