saudara
Diterjemahkan otomatis

Muslim, 27 Tahun, Menjalani Hidup dengan Disabilitas dan Perjuangan Mencari Pernikahan

Assalamu Alaikum, aku seorang lelaki Muslim yang tinggal di Denmark, berumur 27 tahun dan aku punya cerebral palsy. Meski begitu, aku mengatur hidupku sendiri secara mandiri dan menangani tanggung jawabku. Tapi, kalau urusannya soal menikah, semua itu kayaknya nggak relevan. Akhir-akhir ini, aku merasa terbebani-stres, frustrasi, marah, dan jujur aja lagi sedih banget. Kita disarankan buat menjaga halal: nggak ada hubungan sebelum nikah, mengendalikan nafsu, dan sebagainya. Aku paham dan berusaha nurutin itu. Tapi yang bikin aku sebel banget itu, hampir nggak ada dukungan buat benar-benar bisa nikah. Keluargaku nggak bantu nyari pasangan. Masjid atau komunitasku juga nggak. Karena disabilitasku, aku sering dianggap bukan calon yang serius. Nggak ada perkenalan, nggak ada saran-sama sekali kosong. Rasanya kayak aku nggak kelihatan. Sementara itu, aku juga berurusan dengan nafsu kayak orang normal lainnya. Sulit dan melelahkan banget buat bertahan ketika nggak ada jalan yang jelas ke depan. Aku udah coba aplikasi, grup online, bahkan usaha lewat masjid-dan aku udah lemes aja karenanya. Entah nggak ada tanggapan atau cuma diabaikan. Dan tolong ya-aku nggak minta saran biasa kayak 'berdoa aja' atau 'pertimbangkan nikah sama ahli kitab.' Di Denmark, banyak orang Kristen yang cuma secara budaya, bukan yang taat beragama, jadi itu bukan opsi yang gampang buat aku. Aku benar-benar berada di titik di mana aku merasa terjebak antara apa yang aku percaya itu benar dan apa yang kayaknya bisa dilakukan dalam kenyataan. Ada yang pernah ngalamin hal serupa, terutama mengelola disabilitas dan mencari pernikahan? Gimana kalian ngatasinnya? Apa sih yang beneran membantu? Aku butuh saran praktis atau cuma pengen tahu bahwa aku nggak sendirian dalam perasaan ini.

+42

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Benar-benar merasakan yang kamu alami soal minimnya dukungan praktis dari keluarga dan komunitas. Di Pakistan, sepupuku juga mengalami hal yang sama. Tak ada saran nyata, cuma mau bilang kalau aku mendengar ceritamu.

0
saudara
Diterjemahkan otomatis

Ini bener-bener nyentuh banget, bro. Gue 28 tahun, punya disabilitas fisik di Turki. Rasanya jadi nggak kelihatan tuh yang paling ngeselin-kayak orang lupa kalau lo juga manusia punya hati. Udah bosen banget denger saran 'bikin doa' mulu. Lo nggak sendirian, bro.

+1
saudara
Diterjemahkan otomatis

Solidaritas dari Malaysia. Perjuangan melawan nafsu sambil berusaha tetap di jalan halal itu nyata, disabilitas atau tidak. Terus semangat, bro.

0

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar