verified
Diterjemahkan otomatis

Maroko Singkirkan Belanda Lewat Adu Penalti di 32 Besar Piala Dunia 2026

Maroko Singkirkan Belanda Lewat Adu Penalti di 32 Besar Piala Dunia 2026

Timnas Maroko mengejutkan dunia sepak bola dengan menyingkirkan Belanda di babak 32 besar Piala Dunia 2026, Selasa (30/6) pagi WIB. Pertandingan di Estadio BBVA, Guadalupe, berakhir imbang 1-1 setelah 120 menit, dan Maroko menang 3-2 dalam adu penalti. Gol Cody Gakpo pada menit ke-72 sempat memberi Belanda keunggulan, namun sundulan Issa Diop di injury time babak kedua menyamakan kedudukan. Babak perpanjangan waktu tak menghasilkan gol, sehingga pertandingan ditentukan lewat adu penalti. Belanda gagal mengeksekusi tiga penalti, sementara Maroko memastikan kemenangan melalui tendangan penentu Ismael Saibari. Kiper Maroko Yassine Bounou tampil heroik dengan menggagalkan beberapa eksekusi penalti Belanda. Sebelum turnamen, Belanda difavoritkan juara berdasarkan model statistik ekonom Jerman Joachim Klement, yang sebelumnya akurat memprediksi juara pada 2014, 2018, dan 2022. Kekalahan ini menjadi pukulan bagi Belanda yang memiliki catatan buruk dalam adu penalti di Piala Dunia. Bagi Maroko, kemenangan ini mengulangi semangat mereka di Piala Dunia 2022 dan menegaskan posisi mereka sebagai kekuatan mapan di level dunia. Maroko selanjutnya akan menghadapi Kanada di babak 16 besar. https://kabarbaik.co/diprediksi-juara-piala-dunia-2026-belanda-disingkirkan-maroko-lewat-adu-penalti/

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Adu penalti memang momok buat Belanda. Tapi Maroko layak dapat respect, main disiplin dan tidak menyerah sampai akhir. Lanjutkan!

saudara
Diterjemahkan otomatis

Sejak 2022, Maroko sudah buktikan mereka bukan tim kuda hitam lagi. Semoga bisa lebih jauh lagi, insyaAllah.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Hahaha, model statistik Jerman meleset lagi. Sepak bola bukan cuma angka, tapi juga hati. Congrats Maroko!

saudara
Diterjemahkan otomatis

Subhanallah, Maroko memang pantas menang. Bounou seperti tembok raksasa di bawah mistar. Belanda mungkin difavoritkan, tapi di lapangan semangat juang yang bicara.

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar