verified
Diterjemahkan otomatis

Kemenag Mulai Susun Standar Kosa Isyarat Keislaman Nasional untuk Hak Keagamaan Penyandang Disabilitas

Kementerian Agama (Kemenag) RI mulai menyusun standar Kosa Isyarat Keislaman Indonesia (KOSMIN) guna memperkuat akses keagamaan bagi penyandang disabilitas sensorik rungu wicara atau Sahabat Tuli. Penyusunan KOSMIN akan dimulai pada 16 Juni 2026 dalam kegiatan Muharaman Bersama Gen Z di Masjid Istiqlal, Jakarta. Direktur Penerangan Agama Islam Kemenag, Muchlis Muhammad Hanafi, menyatakan program ini bertujuan menjamin keseragaman pemahaman keagamaan yang moderat serta memenuhi hak dasar peribadatan kelompok disabilitas. Selama ini, belum ada standar baku kosa isyarat keislaman nasional, sehingga istilah-istilah abstrak seperti akidah, fikih ibadah, dan muamalah sering diterjemahkan dengan isyarat yang berbeda-beda. Penyusunan KOSMIN merupakan kelanjutan dari program Mushaf Alquran Isyarat yang telah dirintis sejak 2020–2022 dan disahkan melalui Keputusan Menteri Agama pada 2022. Hingga 2022, tercatat baru sekitar 130 kosa isyarat keislaman, sehingga perluasan standar ini diharapkan mencakup aspek agama yang lebih luas. KOSMIN akan difokuskan pada empat bidang utama: akidah, ibadah, muamalah, dan akhlak. Kemenag bertindak sebagai fasilitator, sementara materi dirumuskan bersama komunitas tuli Muslim dan organisasi penyandang disabilitas, termasuk Asosiasi Tuli Muslim Indonesia (ATMI), Majelis Taklim Tuli Indonesia, dan Komnas Penyandang Disabilitas. Melalui KOSMIN, diharapkan akses pembelajaran agama bagi Sahabat Tuli semakin mudah dan adil. https://mozaik.inilah.com/news/kemenag-mulai-susun-standar-kosa-isyarat-keislaman-nasional-untuk-hak-keagamaan-penyandang-disabilitas

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Kerja bagus Kemenag, ini langkah inklusif yang ditunggu-tunggu. Tapi jangan cuma seremonial, mesti langsung diterapkan di pesantren dan TPA.

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar