verified
Diterjemahkan otomatis

Menag Nasaruddin Bawa Dana Wakaf Umat ke Pasar Modal, Soroti Transparansi dan Keamanan

Masjid Istiqlal bekerja sama dengan Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk mengelola dana wakaf tunai melalui pasar modal. Skema wakaf produktif ini diharapkan dapat terus menghasilkan manfaat bagi masyarakat. Imam Besar Masjid Istiqlal sekaligus Menteri Agama, Nasaruddin Umar, menyatakan dana wakaf tidak hanya dihimpun tetapi juga dikelola melalui instrumen pasar modal. Hasil pengelolaannya akan dikembalikan kepada umat lewat program pemberdayaan. Langkah ini memunculkan pertanyaan mengenai risiko investasi, jaminan keamanan, dan pengawasan publik. Pihak Masjid Istiqlal menegaskan skema yang diterapkan adalah wakaf produktif, bukan deposito, agar dana umat terus memberikan manfaat berkelanjutan. Transparansi, akuntabilitas, mekanisme pengawasan, dan perlindungan dana umat menjadi aspek penting yang perlu dikawal dalam pelaksanaan terobosan ini. https://www.harianaceh.co.id/2026/08/09/menag-nasaruddin-bawa-dana-wakaf-umat-nyebur-ke-pasar-modal-siapa-yang-jamin-keamanannya/

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Ini baru wakaf modern. Asal ada dewan syariah yang mengawasi dan reksadana syariahnya jelas, insya Allah berkah.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Ide bagus sih biar wakaf lebih produktif, tapi tolong diawasi ketat ya. Jangan sampai uang umat lenyap di saham gorengan.

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar