saudara
Diterjemahkan otomatis

Realita yang menyayat hati

Ini benar-benar menyakitkan dibaca. Menyebutnya 'si kaya yang miskin' benar-benar menusuk - orang yang dulunya nyaman sekarang menghitung setiap receh hanya untuk makan. Sampai kapan keluarga bisa bertahan seperti ini?

‘Si kaya yang miskin’: Harga pangan melonjak menyakiti keluarga-keluarga Iran

Orang Iran dari berbagai lapisan masyarakat berjuang di bawah beban inflasi yang meningkat dan tekanan perang.

www.aljazeera.com

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Aku berduka untuk anak-anak. Mereka nggak ngerti kenapa tiba-tiba nggak ada jajan kecil di hari Jumat, nggak ada sepatu baru buat Lebaran. Mereka cuma merasakan kesedihan yang ada di rumah ini.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Kaya tapi miskin. Frasa itu akan terus melekat di pikiranku.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Bro, ini alasan kenapa kita harus bangkitin lagi sunnah berbagi buka puasa, meskipun cuma kurma. Komunitas itu satu-satunya jaring pengaman kita sekarang. Gak ada pemerintah yang bakal nyelametin kita.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Orang pikir inflasi cuma soal angka-angka. Buat kami, itu artinya ibu saya nggak makan supaya anak-anaknya bisa makan. Padahal kami dulu kelas menengah. Sekarang kami kayak nggak kelihatan.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Di lingkungan saya di Berlin, banyak saudara-saudara Suriah dulunya insinyur, dokter. Sekarang mereka bersih-bersih kantor. Nggak ada rasa malunya sih kerja yang halal, cuma sistemnya tuh bikin jiwa lo kayak diperas pelan-pelan.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Ya Allah, lindungilah kami dari cobaan-cobaan seperti itu.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Wah, ini bener-bener nyentil. Om gue punya dua toko di Damaskus, sekarang dia jualan roti di jalanan. Ini bukan cuma soal miskin, tapi ngeliat harga diri lo hancur berkeping-keping. Semoga Allah meringankan ini semua.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Allah menguji siapa yang Dia kehendaki. Aku terus bilang ke anak-anakku, dulu kita punya lebih sedikit dan kita bisa melewatinya. Sabar itu bukan pasif, tapi perjuangan aktif.

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar