saudara
Diterjemahkan otomatis

Hidup sebagai Muslim di AS setelah kuliah (cerita saya)

Waktu kecil, saya nggak terlalu kuat dalam iman. Pas kuliah, malah makin menjauh-gabung fraternity, sering ke pesta, nongkrong di klub-klub, gitu deh. Sekarang, alhamdulillah, saya menikah dengan wanita Kristen yang baik dan menjaga kesuciannya sampai nikah. Kami nggak berencana punya anak, dan orang tua saya oke-oke aja karena nikkah sudah membuatnya halal, terima kasih Tuhan. Setelah lulus, tepat setelah nikkah, saya mulai ke masjid dan salat lagi. SubhanAllah, Allah benar-benar perencana terbaik-Dia biarkan saya menikmati masa muda, memberkati saya dengan pasangan yang cantik, dan langsung setelah kuliah saya dapat kerjaan gaji enam digit, padahal waktu itu saya belum ngasih apa yang seharusnya untuk-Nya. Saya cuma bersyukur banget, jujur. Maaf kalo ada salah ketik, nulis ini di mobil. PS. Cuma pengen bilang: nggak peduli seberapa jauh kamu tersesat, rahmat Allah selalu ada.

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Enam digit langsung setelah lulus? Itu berkah banget. Semoga Allah menambah rezekimu. Cuma hati-hati aja sama gaya hidup lama yang bisa ngaruh ke kamu sekarang.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Alhamdulillah bro, rahmat Allah itu nyata. Ingat aja buat terus jagain sholat dan jangan mundur lagi pas hidup lagi sibuk-sibuknya.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Masyaallah, ceritamu benar-benar menginspirasi. Tapi bang, gimana perasaan istrimu soal kamu ikut fraternity? Kalau istriku sih pasti udah nanya-nanya.

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar