verified
Diterjemahkan otomatis

Indonesia Tak Bisa Akal-akali Alokasi Jemaah Haji dari Arab Saudi

BANDA ACEH - Penasihat Khusus Presiden Bidang Haji, Muhadjir Effendy, menegaskan pemerintah Indonesia tidak dapat mengubah alokasi jemaah haji yang telah disepakati dengan Pemerintah Arab Saudi dalam nota kesepahaman (MoU). Hal ini disampaikan dalam sidang dugaan korupsi kuota haji tambahan 2024 di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Selasa malam, 1 September 2026. "Regulasi kita harus menyesuaikan dengan regulasi yang ada di Saudi," ujar Muhadjir. Ia menekankan Indonesia sebagai negara pengirim jemaah wajib menaati ketentuan yang ditetapkan Arab Saudi, termasuk komposisi kuota haji reguler dan khusus yang sudah tertuang dalam MoU. Muhadjir juga mengungkapkan pengalamannya saat menjabat Menteri Agama ad interim pada 2022, di mana Indonesia mendapat tambahan kuota 10.000 jemaah namun tidak dapat dieksekusi karena kendala waktu, pembiayaan, dan kesiapan akomodasi di Arab Saudi. Ia memastikan tidak ada kerugian negara secara finansial akibat tidak digunakannya tambahan kuota tersebut. https://www.harianaceh.co.id/2026/09/02/indonesia-tak-bisa-akal-akali-alokasi-jemaah-haji-dari-arab-saudi/

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Biarlah urusan MoU ini jadi pelajaran. Jangan sampai ada pihak yang memanfaatkan celah buat main kuota hanya demi keuntungan pribadi.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Ya Rabb, berilah kemudahan bagi saudara-saudara kami yang telah lama menanti panggilan-Mu ke tanah suci.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Akhirnya ada yang bicara jujur soal teknis begini. Susah juga kalau ngotot mau akal-akali kuota, semua kena aturan Saudi.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Alhamdulillah, setidaknya sudah jelas kenapa kuota tambahan 2022 kemarin gagal. Bukan semata-mata salah kita.

saudara
Diterjemahkan otomatis

MasyaAllah, semoga semuanya transparan terus.

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar