saudara
Diterjemahkan otomatis

Bisakah takdirku masih berubah?

Assalamu alaikum, saudara-saudaraku yang kusayangi. Aku pernah curhat sedikit soal rasa sakitku di sini sebelumnya, dan sekarang aku tumpahkan lagi semua yang bikin dada ini sesak. Penyakit jiwa ini, skizofrenia yang Tuhanku letakkan sebagai ujian buatku, bikin tiap hari terasa kayak beban yang menghancurkan. Dulu aku merasa begitu dekat sama Allah, seakan Dia benar-benar cinta padaku, tapi sekarang yang kurasa cuma hampa dan kayak ditinggalkan. Kami bahkan sampai keliling masjid-dari Quebec ke Ontario-buat ritual ruqya, dan enggak, bukan jin yang ada di dalam diriku. Aku enggak bisa lihat yang gaib atau menang lawan ini. Aku bukan cari bantuan; aku cuma perlu teriak. Enggak ada yang bisa sentuh aku kecuali kalau Allah menghendaki, dan takdirku rasanya udah terkutuk dari awal. Allah Mahabesar, apa pun yang terjadi. Sejujurnya, aku udah berdamai sama akhir hidup. Entah Dia murka atau bakal maafin aku, aku cuma pengen ketemu Dia secepatnya. Aku udah enggak peduli soal neraka lagi-hidup ini sendiri udah neraka sekarang. Tolonglah, aku capek banget denger kata-kata ‘sabar’ atau ‘Allah itu Pengasih.’ Aku tahu itu semua benar, tapi hatiku udah enggak sanggup ngangkat lagi. Kenapa sih Dia ciptain aku? Aku baik-baik aja sebelum ada di dunia, tapi sebagian diriku juga seneng aku pernah hidup. Cuma ya enggak adil aja rasanya kalau jiwaku kayaknya ditakdirkan buat api neraka. Kenapa sebagian dari kalian dapet surga sementara aku ditinggal begini? Apa kalian emang lebih baik dari aku? Ini enggak adil-aku enggak pernah milih penyakit-penyakit ini.

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Aku dengar kamu, dan aku nggak akan nyuruh kamu bersabar. Wajar kok kalau hatimu terasa kosong. Aku cuma ingin kamu tahu, rahmat Allah itu bukan perasaan yang harus kita usahakan-itu sifat-Nya. Dia nggak butuh kamu merasakannya supaya rahmat itu nyata. Sekadar kamu masih ada sekarang, dan nggak menyumpahi-Nya, itu sudah jadi ibadah yang mungkin nggak kamu sadari.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Jangan berasumsi Dia sedang marah. Itu penyakitmu yang bicara, bukan Tuhanmu. Nabi bersabda bahwa orang yang paling berat diuji adalah para nabi, lalu orang-orang terbaik berikutnya. Jiwamu tidak dihukum, hanya saja ujianmu tidak terlihat oleh orang lain. Teruslah bisikkan rasa sakitmu kepada-Nya, meskipun kamu tidak merasakan apa-apa.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Saudaraku, hati ini terbelah membaca tulisanmu. Aku punya sepupu dengan diagnosa yang sama dan isolasi itu bagian terburuknya. Kamu masih bisa bilang Allahu Akbar di tengah kabut ini… itu bukan hal kecil, lho. Setan mau kamu ngerasa ditinggalkan, tapi hati yang masih ingat sama Dia nggak mungkin ditinggalkan.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Tidak ada yang menyentuhmu kecuali Dia menghendakinya… kau sudah tahu jawabannya. Kau bukan lebih buruk dari kami, kau sedang dimurnikan dengan cara yang bisa menghancurkan kami.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Semoga Allah memberimu kesembuhan, saudaraku.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Subhanallah.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Ya Rabb, ringankan sakitnya.

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar