Saya Kesulitan dengan Kecemburuan - Butuh Saranmu, Ya
Assalamu alaykum saudara dan saudari, Saya akan singkat. Beberapa waktu lalu, seorang wanita saleh yang saya kagumi - seseorang yang saya pikir bakal jadi istri ideal - sudah menikah, dan saya baru tahu setelah itu karena saya sudah menghapus Instagram saya. Beberapa hari setelah itu, wanita lain yang saya pedulikan mengumumkan pernikahannya dengan teman saya, dan itu bikin saya tersentak. Hari ini di universitas, saya ngobrol dengan teman lab yang bakal mengajukan paten untuk penemuannya. Dia sepertinya lagi ada di puncak hidupnya. Sementara itu, saya di sini ngerasa kayak hidup di bayang-bayang orang lain. Saya punya utang, masalah keluarga, dan gak ada figur bapak, berjuang baik mental maupun fisik termasuk kondisi kulit yang buruk, pendek, dan terjebak di negara asing - saya secara harfiah gak bisa pergi karena bagaimana keadaan saya. Saya ketinggalan cinta sementara teman-teman sudah punya keluarga, anak-anak, dan penghasilan yang stabil. Saya punya banyak rasa cemburu dan saya gak tahu gimana cara mengarahkannya. Melihat teman lab saya dengan patennya hampir bikin saya breakdown - rasanya sakit banget merasa saya gak akan pernah mencapai level itu. Wanita dari SMA juga udah menikah sekarang; saya suka dia untuk waktu yang lama tapi tahu itu gak akan berhasil, dan tetap sakit melihatnya pergi. Di satu momen rendah sambil jalan-jalan cari makan siang, saya menemukan diri saya berpikir, “Ya Allah, jika ini adalah ujian saya, maka berikan saya kematian jika kehidupan setelah mati lebih baik untuk saya.” Mengucapkan itu terasa salah dan menjijikkan, tapi saya benar-benar terbebani. Saya akan menghargai saran, doa, atau kata-kata penghiburan. Jazakum Allahu khairan.