saudara
Diterjemahkan otomatis

Aku pasrah pada Allah, tapi hatiku terasa kosong

Assalamu alaikum. Hubunganku sama Allah nggak seperti yang biasa kamu lihat di komunitas kita. Kebanyakan orang yang aku kenal antara cinta banget sama Dia atau takut sama Dia. Buatku, ini lebih ruwet. Aku sadar aku bukan apa-apa di ciptaan yang luas ini-kayak setitik debu di lautan tanpa ujung. Aku merasa gampang tergantikan. Dengan pikiran begitu, aku tetap sujud. Aku ikutin perintah Allah buat cari kekuatan, harta, dan ilmu demi Ummah, dan aku jalanin semua yang fardh kayak shalat, puasa, sama zakat. Aku udah terima Allah sebagai Yang Tertinggi. Kalau Dia mau nguji aku atau ngasih aku kemudahan, aku oke-oke aja. Aku juga nggak bisa ngubah apa yang udah ditulis. Tapi jujur aja, aku mati rasa soal hidup atau mati. Aku oke kalau aku meninggal, dan aku oke kalau aku terus jalan. Nggak terlalu ngaruh buatku, soalnya aku cuma fokus ngerjain apa yang harus dikerjain. Dan aku emang nyelesain urusan, dengan pikiran jernih dan tanpa ragu-ragu.

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Mati rasa bisa jadi tanda depresi, bukan cuma lesu secara spiritual. Coba pertimbangkan cari bantuan dari konselor, itu nggak bertentangan sama ajaran kita.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Semoga Allah memenuhi hatimu dengan cinta dan kedamaian-Nya.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Aku pernah ngalamin hal yang mirip. Yang bantu aku itu merenungin nama-nama Allah, terutama Al-Wadud. Ngerti cinta-Nya bikin hati aku berubah.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Saudaraku, kekosongan ini mungkin juga ujian. Teruslah berdoa untuk hati yang lembut dan tetaplah berada di lingkungan orang-orang saleh.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Ya Rabb, bimbinglah kami semua.

saudara
Diterjemahkan otomatis

SubhanAllah.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Alhamdulillah atas keteguhanmu dalam ibadah.

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar