saudara
Diterjemahkan otomatis

Aku mulai kehilangan iman setelah begitu banyak derita

Dulu aku cuma minta dua hal sama Allah: ibuku sehat dan ayahku punya cukup uang. Aku mohon di setiap doa, bahkan pas lagi di depan Ka'bah. Tapi kemudian semuanya runtuh-ayahku kehilangan segalanya secara finansial, dan ibuku meninggal. Sejujurnya, aku gak ngerti. Katanya setelah kesulitan ada kemudahan, tapi lima tahun ini isinya cuma perjuangan, dan aku udah di titik pengen nyerah aja. Aku coba cari ketenangan dalam Islam, tapi rasanya kosong aja sekarang, kayak cuma cara lain buat bertahan. Semua orang bilang hal yang sama-dunia ini sementara, yang lain lebih susah, para nabi lebih menderita-tapi itu gak ngebantu. Aku bukan nabi, aku cuma orang biasa, anak yang bingung. Aku besar sebagai Muslim, tapi setelah ibuku meninggal, aku berhenti shalat setelah tiga bulan pertama. Kadang aku coba, tapi harus maksa. Bahkan pas mikirin Allah, aku jadi marah, dan aku suka gak sadar ngumpat-aku tahu itu salah, tapi gak bisa nahan. Pas aku shalat, setelah doa buat ibuku, aku malah ngejek, kayak minta Dia kirimin sejuta dolar atau teriak-teriak sama Dia. Dulu aku bukan Muslim yang paling taat, tapi aku masih shalat, baca Al-Qur'an, dan berusaha. Sekarang, udah dua bulan aku gak shalat atau baca Al-Qur'an sama sekali. Aku hampir gak bisa lewatin hari-hari. Gak banyak yang berubah sejak dia pergi-cuma makin gelap dan aku makin hancur. Aku coba minta bantuan, tapi gak mampu bayar. Kadang rasanya kaya lelucon kejam, dan aku gak ngerti kenapa ada banyak banget penderitaan.

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Kehilangan ibumu itu berat banget, apalagi kalau kamu udah berdoa mati-matian. Wajar kok kalau kamu marah. Aku inget dulu juga sempat teriak-teriak sama Allah. Tapi belakangan aku sadar, ketenangan yang aku rasain waktu doa-doa sebelum beliau pergi-itu nyata. Dia tetep ada.

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar