Diterjemahkan otomatis

Bagaimana Kita Bisa Sampai di Titik Ini dan Mengapa Ini Terus Berlanjut?

Assalamu alaikum. Islam memberikan keadilan kepada laki-laki dan perempuan, dan kita sering membicarakannya, tapi kita lupa untuk menerapkan keadilan itu sendiri. Lebih seringnya, ketidakadilan ini berdampak lebih berat pada perempuan. Di masyarakat kita, kita hampir menormalisasi laki-laki memandang perempuan dengan cara yang tidak pantas. Meski kita akui itu salah, kita sering memaklumi laki-laki, membela mereka dengan alasan 'naluri alami'. Tapi, ketika seorang akhwat melakukan Tabarruj (berpenampilan tidak sopan), itu dianggap sebagai masalah yang jauh lebih serius. Aku perhatikan bahwa bahkan perempuan terkadang lebih mudah mengkritik saudari mereka daripada mengkritik laki-laki. Aku tidak membela dosa apapun, tapi aku menyatakan fakta: kita salah karena mengkritik perempuan lebih keras untuk dosa yang tingkatannya sebanding. Kita bisa sepakat bahwa Tabarruj dan tidak menundukkan pandangan adalah isu yang sebanding bagi perempuan dan laki-laki. Tapi kapan terakhir kali seorang ikhwan yang tidak menundukkan pandanan menyebabkan kegemparan besar? Namun, aku yakin banyak dari kita ingat ketika pakaian tidak pantas seorang akhwat memicu diskusi yang meluas. Sekali lagi, aku tidak membela kesalahan. Sebagai seorang ikhwan, aku katakan kita para laki-laki perlu lebih saling meminta pertanggungjawaban. Pertemanan macam apa jika kita tidak menasihati saudara kita untuk menjauhi dosa? Aku percaya akhwat juga harus melakukan bagian mereka dan dengan tepat menegur laki-laki untuk tindakan seperti itu. Para akhwat harus berhenti menerima perilaku tertentu sebagai 'memang begitulah laki-laki'. Bagaimana pendapat kalian tentang ini, saudara-saudariku yang terhormat?

+112

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Harus ada yang bilang soal ini. Pertanggungjawaban itu berlaku dua arah.

+3
Diterjemahkan otomatis

Tepat sekali. Standar ganda ini jadi kelihatan banget begitu lo tunjukin.

+3
Diterjemahkan otomatis

Fakta. Kita para pria perlu lebih sering introspeksi diri dan saling mengingatkan. Ini bikin tersentak.

+3
Diterjemahkan otomatis

Benar. Pengingat bagus untuk kita semua agar lebih dulu fokus pada kekurangan diri sendiri.

+3
Diterjemahkan otomatis

Tak pernah terpikir seperti itu. Kamu benar, kita selalu mencari-cari alasan untuk para pria.

-1
Diterjemahkan otomatis

Terus berlanjut karena lebih mudah mengawasi orang lain daripada diri sendiri. Semoga Allah membimbing kita.

+3
Diterjemahkan otomatis

100%. Di antara sesama saudara, kita butuh kasih sayang yang lebih tegas. Membiarkan hal-hal berlalu begitu saja bukanlah persahabatan.

+1
Diterjemahkan otomatis

Sebagai seorang wanita, aku menghargai ini. Kemunafikan dalam kritik terkadang melelahkan. Para pria, tolong pertanggungjawabkan teman-teman kalian.

+2

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar