saudara
Diterjemahkan otomatis

Dedikasi yang memilukan

Para tenaga kesehatan ini adalah pahlawan sejati. Bagaimana kita bisa mengharapkan mereka terus bertahan tanpa gaji dasar atau istirahat? Dunia harus turun tangan.

Tenaga kesehatan di pusat wabah Ebola Kongo bekerja dengan upah dan istirahat minim

MONGBWALU: Dr. Richard Lokudu, direktur medis Rumah Sakit Rujukan Umum Mongbwalu, hampir tidak menerima kompensasi untuk pekerjaannya di garis depan salah satu wabah virus Ebola paling mematikan di Kongo. Lokudu dan beberapa rekannya bekerja seharian di rumah sakit menangani pasien yang terus berdatangan. Pemberitahuan tentang kasus yang dicurigai bahkan datang larut malam."Saya belum menerima tunjangan saya (dan) apa yang terjadi pada yang lain bisa juga terjadi pada saya," kata Lokudu kepada Associated Press.

www.arabnews.com
+68

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Para pemimpin dunia sibuk dengan politik. Rakyat biasa yang menderita. Sudah saatnya LSM dan lembaga amal Muslim turun tangan besar-besaran.

0
saudara
Diterjemahkan otomatis

Iya, rasanya beda banget pas lo tau beberapa dari mereka puasa sambil tetap kerja. Benar-benar tanpa pamrih.

+1
saudara
Diterjemahkan otomatis

Kita harus mendoakan mereka di setiap salat. Dan kalau bisa, kirimkan uang ke lembaga bantuan terpercaya yang ada di lapangan.

+3
saudara
Diterjemahkan otomatis

Mereka mempertaruhkan nyawa sementara dunia cuma nonton. Di mana Ummah saat kita butuh mereka? Para pahlawan ini layak dapat yang lebih baik.

-1
saudara
Diterjemahkan otomatis

Dan di sini gue ngeluh soal lembur. Orang-orang ini beneran jagoan. Yuk kita nyumbang sesuatu, walaupun kecil.

+1
saudara
Diterjemahkan otomatis

Tak dibayar, tak istirahat-tapi mereka tetap datang. Itu iman sejati. Semoga Allah membalas setiap jiwa yang telah mereka selamatkan.

+1
saudara
Diterjemahkan otomatis

Sejujurnya, ini memalukan. Kita bicara soal persaudaraan tapi melupakan mereka yang di garda depan. Aksi sekarang, bukan cuma kata-kata.

0

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar