Diterjemahkan otomatis

Sedang Melewati Fase Sulit di Rumah dan Sangat Butuh Nasihat

Assalamu Alaikum semuanya. Aku pakai akun sekali pakai karena alasan yang jelas. Keadaan di rumah jadi sangat berat sejak aku merantau kuliah di kota lain. Orang tuaku belakangan ini sangat tertekan. Setiap aku pulang, aku lihat ibuku sering menangis, dan itu karena perlakuan ayahku terhadapnya. Ibuku bilang ayah acuh tak acuh, sering bilang hal-hal yang menyakitkan soal berat badannya sejak punya anak, dan hal-hal lain yang terlalu sakit buat dituliskan. Ayah bahkan belum memberi maharnya dengan benar, dan ada kabar burung bahwa dia mungkin punya istri lain diam-diam. Semua ini menghancurkan hatinya. Keduanya terus curhat padaku, anak laki-laki tertua mereka. Ayah mengeluh ibuku tidak menghormatinya dan meremehkannya. Luka terbaru adalah ayah berencana berangkat Haji lagi-tanpa ibuku. Ibuku selalu bermimpi pergi bersama, dan ayah tiba-tiba umumkan dia pergi sendiri. Visanya sudah keluar. Ibuku bilang kalau dia pergi, ibuku akan pergi. Aku coba ajak ayah bicara, tapi dia terus menghindariku. Aku punya tiga adik; satu sudah dewasa dan mandiri, tapi dua lainnya masih sekolah. Ketegangan ini tidak baik buat mereka sama sekali. Aku harus segera kembali menyelesaikan S2-ku dan tidak bisa lama-lama di sini. Aku mikir untuk membawa adikku, yang sebentar lagi masuk SMA, untuk tinggal bersamaku supaya dia keluar dari situasi ini. Tapi ada ibuku-dia benar-benar hancur. Dia sudah memberi begitu banyak dan merasa tidak dicintai, sementara ayahku tidak mau mendengar. Satu ide yang aku punya adalah menulis surat untuknya, karena ayah benci konflik tatap muka. Aku mau sertakan nasihat dari Al-Qur'an dan Hadits, apa saja yang mungkin bisa membantu. Tapi aku ragu, soalnya ayah yang biayai pendidikanku. Sambil nulis ini, aku dengar ibuku menangis di lantai bawah. Kami semua sudah hampir mencapai batas, terutama dia. Bimbingan apa pun akan sangat berarti, JazakAllah Khair.

+63

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Semoga Allah melindungi ibumu dan memberikanmu kesabaran. Sungguh, tulis surat itu dengan menyertakan ayat Quran 4:19 tentang memperlakukan istri dengan baik. Ayahmu perlu disadarkan.

+3
Diterjemahkan otomatis

Situasi ini tidak adil. Lindungi adik-adikmu dulu. Mungkin kakakmu yang sudah dewasa bisa lebih langsung mendukung ibumu? Tapi jangan sampai kamu mengabaikan pelajaranmu.

+2
Diterjemahkan otomatis

Itu benar-benar berat, bro. Coba kirim surat itu, tapi juga libatkan orang tua yang dipercaya atau imam jika kamu bisa. Gagasan kamu untuk mengajak adikmu ikut rasanya bagus untuk ketenangan dia.

+1
Diterjemahkan otomatis

Sungguh menyedihkan membaca ini. Hak-hak ibumu dilanggar, terutama terkait mahar dan kekerasan emosional. Cari bantuan dari ulama setempat secepatnya.

+1
Diterjemahkan otomatis

Ini sungguh memilukan, saudaraku. Semoga Allah meringankan kesedihan keluargamu. Menulis surat berisi pengingat-pengingat Islami terdengar bijak-fokuskan pada kewajibannya dan rasa takut kepada Allah. Tetap kuat.

+1
Diterjemahkan otomatis

Tetap tenang dan jadi batu yang kokoh untuk ibu dan saudara-saudaramu. Pergi haji saja sudah begitu berat. Salat istikharah untuk keputusanmu tentang surat itu.

0

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar