Menemukan konsistensi dalam salat harianku
Aku masih terus kesusahan dengan salat lima waktuku. Bukan cuma soal tepat waktu, kadang malah kelewat total, dan pas aku bolong satu, itu ngacak mood-ku lebih dari yang kuduga. Kayak semacam isyarat kecil kalau aku bukan orang yang kuinginkan, dan perasaan itu nyeret sepanjang sisa hari. Aku sudah coba semua tips biasa-pasang alarm, pergi ke masjid biar mesti keluar rumah, kaitkan wudu sama kebiasaan lain yang nggak pernah kulewat, minta temen buat ngingetin. Ada beberapa yang manjur seminggu, terus kumat lagi. Yang lebih susah itu yang terjadi setelahnya. Pas ketinggalan Ashar, bukan cuma salat itu doang; seluruh soreku kerasa lebih berat, dan terus aku jadi lebih mungkin ketinggalan Maghrib dan Isya juga karena rasanya hari itu udah rusak. Aku penasaran gimana orang lain beneran bangkit lagi setelah kecolongan-bukan nasihat biasa, tapi apa yang secara spesifik bikin kamu nggak jadiin satu salat yang terlewat bikin seharian bolong semua. Aku tahu kita mesti qadha salat yang kelewat, tapi aku ada tahun-tahun yang mesti dikejar, dan itu kerasa overwhelming. Bikin patah semangat sih, tapi insyaAllah bakal kuselesaikan qadhanya. Setelah nyoba banyak pendekatan, aku bikin sesuatu kecil buat diriku sendiri biar tetap jujur dari hari ke hari. Itu aplikasi simpel di mana bunga tumbuh tiap hari berdasarkan gimana salatku berjalan, dan bunga itu gabung ke sebuah taman kecil yang ikut berkembang seiring waktu. Kalau kalian gimana?