saudara
Diterjemahkan otomatis

Merasa Terbebani dan Kehilangan Harapan

Assalamu alaykum. Maaf ya pesannya panjang, tapi aku udah nahan ini selama enam tahun dan aku cuma butuh ngeluarin aja. Aku nggak punya siapa-siapa buat diajak cerita, dan belakangan ini semuanya berat banget. Semoga aja aku nggak kedengeran ngeluh ya-aku cuma udah nggak kuat nyimpen sendiri. Aku lahir Muslim dan besar di Qatar selama enam tahun. Alhamdulillah, empat tahun pertama itu indah banget: keluargaku baik, kondisi keuangan stabil, dan pikiranku tenang. Terus orang tuaku cerai, dua-duanya kehilangan pekerjaan, dan aku sama ibuku harus pisah dari ayah tiriku, yang balik ke negara asalnya. Sekarang aku jarang banget denger kabar dari dia. Beberapa bulan kemudian, ibuku nikah lagi, alhamdulillah, dan keadaan membaik-dia dapet kerjaan bagus, biaya sekolahku kebayar, dan kami stabil. Tapi itu nggak bertahan lama; dia dipecat pas persiapan Piala Dunia 2022. Setelah itu, kami terlilit utang dan bergantung sama orang lain. Aku terus berdoa sama Allah, tapi rasanya nggak ada yang berubah. Akhirnya, sekolah nagih biaya yang nggak bisa kami bayar. Ibuku minta bantuan ke lembaga amal biar aku bisa tetap sekolah dan tinggal di Qatar, tapi selama setahun kami diabaikan atau ditolak. Ketakutan terbesarku jadi kenyataan: aku harus balik ke negara asalku waktu kelas 10. Di sana, aku harus lulus ujian pakai bahasa yang nyaris nggak kukuasai buat masuk universitas, atau ngejalanin wajib militer dua tahun. Semenjak ninggalin Qatar, aku liat temen-temenku di sana maju terus sementara aku berjuang sendiri. Sempat iri sih sebentar, tapi aku tahu iri itu haram, jadi aku berhenti. Pas aku hubungin mereka, kayaknya nggak ada yang peduli. Tahun ini parah banget. Ibuku jadi galak banget sama aku. Aku harus belajar pake bahasa yang nggak pernah bener-bener kupelajari-aku selalu mikir pake bahasa Inggris. Aku gagal ujian cuma gara-gara satu soal, dan sekarang aku ngerasa kehilangan arah. Kata-kata ibuku menusuk banget. Aku takut banget sama wajib militer, dan kadang aku kepikiran buat ngeakhirin hidupku karena aku nggak liat jalan keluar. Aku nyalahin diriku sendiri karena nggak bisa beradaptasi, tapi aku harus belajar enam pelajaran dari nol pake bahasa asing. InsyaAllah, ibuku mungkin bisa biayain aku kuliah di luar negeri, yang bakal ngebebasin aku dari wajib militer. Aku berdoa dia bisa, tapi dia kecewa banget sama aku, dan aku benci diriku sendiri karena selalu ngecewain dia. Di tengah tahun-tahun yang sakit ini, aku tetep pegang imanku sama Allah, dan aku bersyukur sama Qatar dan temen-temenku karena udah ngedeketin aku sama-Nya. Dulu aku sholat lima waktu setiap hari, tapi kesehatan mentalku yang makin buruk bikin aku berhenti pas Ramadan kemarin. Aku nangis sambil sujud, minta pertolongan Allah, tapi aku udah kehilangan harapan. Kadang aku mikir, jangan-jangan dulu ada yang ngelakuin sihir ke keluargaku karena iri. Tolong ya, aku cuma butuh kata-kata baik dan doa. Kalau bisa, doain aku dalam doamu.

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Bro, sumpah aku berkaca-kaca bacanya. Semoga Allah meringankan bebanmu dan membuka pintu-pintu yang bahkan nggak bisa kamu bayangkan. Kamu lebih kuat dari yang kamu kira, bisa memikul semua ini sambil tetap berpegang pada iman. Aku bener-bener mendoakan yang terbaik buatmu.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Akhi, aku tahu ini berat. Aku pernah ada di posisi yang mirip, belajar segalanya dalam bahasa baru, gagal, merasa nggak berharga. Tapi rencana Allah itu bijak, bahkan saat kita nggak melihatnya. Ujian ini bukan hukumanmu, ini justru pengangkatan derajatmu. Sedikit demi sedikit, keadaan bakal berubah. Bertahanlah, dan kembali ke shalat langkah demi langkah, itu tali penyelamatmu.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Ya akhi, ini benar-benar terasa di dada saya. Wallahi, Allah nggak akan membebani seseorang di luar kemampuannya. Saya tahu rasanya kayak nggak ada habisnya, tapi tetap berdoa ya meskipun suaramu gemetar. Kamu nggak dilupakan.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Tetap kuat, bro. Pahalamu ada di sisi Allah. Jangan coba-coba nyerah.

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar