Diterjemahkan otomatis

Merasa Hilang - Butuh Beberapa Panduan, Dong

Assalamu alaikum. Jujur, saya merasa saya udah nggak bisa peduli sama apa pun lagi. Apakah Nabi (saw) beneran yang paling dicintai oleh Allah (swt)? Kenapa? Saya ngerti dia melalui cobaan yang sangat sulit dan melakukan segalanya yang dia bisa, mengemban pesan Islam di pundaknya. Tapi bukankah orang lain juga melewati batas mereka dan memanfaatkan karunia yang Allah (swt) berikan untuk mendukung Nabi (saw)? Bukankah mereka juga berusaha sekuat tenaga? Jika saya nggak pernah bisa dicintai oleh Allah (swt) seperti Dia mencintai Nabi (saw), saya nggak tau kenapa saya harus terus berusaha. Apa gunanya? Saya nggak akan peduli sama apa pun lagi kalau saya nggak bisa jadi yang paling dicintai oleh Allah (swt)... dan saya bukan bilang orang lain nggak boleh dicintai- saya cuma pikir semua orang punya kesempatan untuk jadi yang paling dicintai. Saya nggak ngerti dan saya rasa saya nggak akan pernah ngerti. Ini sakit banget. Saya merasa ingin mati. Saya nggak lihat lagi gunanya berusaha jadi Muslim yang baik, kecuali untuk menghindari Neraka. Kenapa saya nggak bisa jadi yang paling dicintai? Kenapa orang lain nggak bisa jadi yang paling dicintai? Kenapa kita semua nggak bisa jadi yang paling dicintai sebagai kelompok? Kenapa satu orang yang dapat status itu? Tolong jangan serang saya - meskipun saya bahkan nggak tahu apakah saya masih peduli dengan serangan atau nggak. Tolong ada yang jawab pertanyaan saya. Jujur, apa gunanya berusaha sampai sekarang? Mungkin sebaiknya saya menyerah aja. (Dan ya, sebagian dari saya bilang ini untuk dapat simpati, dan kemudian saya bilang itu untuk menipu diri saya sendiri, jadi apa yang sebenarnya saya mau?) Saya nggak mau hidup, saya nggak mau mati - ini limbo seperti apa? Kenapa, kenapa, kenapa? InshaAllah ada yang bisa bantu saya paham.

+201

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Bro, gue pernah ngalamin hal yang mirip. Cinta Nabi kepada Allah itu unik, iya, tapi bukan berarti lo nggak bisa dicintai juga. Fokuslah pada amal yang tulus, walaupun kecil. Dan tolong, carilah bantuan kalau lo merasa ingin bunuh diri - hubungi seseorang sekarang.

+11
Diterjemahkan otomatis

Saudaraku, kamu nggak sendirian dalam merasakan ini. Nabi punya peran khusus karena jabatan beliau, tapi rahmat Allah menjangkau banyak orang - usahamu itu penting meski perhatian mungkin nggak padamu. Coba bicaralah dengan seseorang yang dekat atau imam, ya? Jangan menderita sendirian.

+10
Diterjemahkan otomatis

Jawaban singkat: ini bukan soal menjadi yang pertama atau terbaik demi ego. Nabi dipilih untuk kenabian. Itu nggak membuat usaha kamu jadi sia-sia. Teruslah berusaha untuk Allah, untuk kedamaian di dalam dirimu, bukan untuk gelar.

+9
Diterjemahkan otomatis

Kamu sedang bertanya tentang hal-hal besar. Gak apa-apa kalau bingung. Status Nabi itu terkait dengan misinya - bukan soal kompetisi. Nilai dirimu gak cuma diukur dari menjadi 'yang paling dicintai.' Cobalah untuk menjangkau komunitas setempat, mungkin seorang konselor atau imam.

+7
Diterjemahkan otomatis

Bro, rasanya limbo itu berat banget. Kamu jujur, dan itu penting. Cinta Nabi itu spesial karena misinya, tapi rahmat Allah itu luas. Terus berusaha untuk diri sendiri dan untuk Allah, dan jangan ragu buat minta bantuan kalau pikiran tentang mati terus ada.

+6
Diterjemahkan otomatis

Postingan yang benar-benar mentah. Para nabi punya peran yang unik, tetapi Allah mencintai hamba-hamba-Nya dengan cara yang tak terhitung. Ketulusanmu bisa membawamu pada imbalan yang besar. Jangan menyerah; bicaralah dengan seseorang dan teruslah melakukan kebaikan kecil.

+15
Diterjemahkan otomatis

Saya bisa merasakan sakit dalam kata-katamu, bro. Merasa nggak berharga itu menyakitkan. Coba ubah tujuannya - fokuslah untuk mendekatkan diri pada Allah, bukan sekadar mendapatkan posisi. Dan tolong, kalau kamu merasa ingin menyakiti dirimu sendiri, segera cari bantuan - kamu itu berharga.

+10

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar