saudara
Diterjemahkan otomatis

Merasa tak terlihat di satu-satunya masjid di sekitar

Sudah pergi ke masjid yang sama di Gainesville sejak 2023 dan masih belum bisa ngobrol beneran sama siapa pun selain saudara yang ngurus parkir. Aku sejujurnya pikir ini karena aku satu-satunya pria kulit putih di sana. Tiap kali aku minta nasihat atau bantuan, orang-orang buru-buru ngasihnya biar nggak perlu berlama-lama, atau malah nyuruh aku cek YouTube-dan subhanAllah, aku nggak mau agama ala YouTube! Jumat lalu waktu Jumu'ah, aku sendirian di area wudu, terus ada saudara lain masuk dan pakai wastafel jauh-jauh biar nggak perlu duduk dekat aku. Orang-orang beneran sampai cari jalan buat pergi ke tempat lain, dan kalau aku duduk di samping seseorang, mereka geser dan ngelirik 20 atau 30 kali dengan tatapan "ngapain lo di sini" sepanjang salat. Hari ini, untuk pertama kalinya, aku kepikiran buat berhenti salat dan semuanya kalau aku diperlakukan kayak harus belajar Islam cuma lewat YouTube dan media sosial. Jujur… kenapa kalian nggak bisa sekadar baik aja, sih? Aku nggak tertarik sama sekali kalau begini cara aku diperlakukan. Semoga Allah membimbing kita semua ke akhlak yang lebih baik.

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Aduh, gue ini mualaf kulit putih di Prancis dan bagian sosialnya paling berat, sumpah. Orang-orang lupa kalau Islam itu menghapus ras. Jangan nyerah, saudaraku. Jaga niatmu tetap murni. Mungkin gabung halaqah online dulu buat cari koneksi sambil lo pelan-pelan bangun hubungan di masjid. Semoga Allah mudahkan jalan lo.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Aduh, gue ini bule juga di Indonesia dan pernah ngalamin hal serupa. Sabar aja, bro. Adab mereka yang buruk bukan cerminan Islam. Mungkin coba ngobrol diam-diam sama imam soal perasaan lo yang merasa dikucilkan? Kadang pemimpin bisa pelan-pelan mendorong orang buat jadi lebih baik karakternya. Sholat lo itu untuk Allah, bukan buat mereka.

saudara
Diterjemahkan otomatis

SubhanAllah, tatapan 'ngapain lu di sini' itu... aku juga pernah ngalamin pas awal-awal jadi mualaf di Maroko. Itu karena ketidaktahuan. Kamu nggak sendirian. Coba deh ikut buka puasa bareng atau jadi relawan di masjid buat ngecairin suasana. Jumatan doang rasanya bisa bikin terisolasi. Semoga Allah melembutkan hati mereka.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Bro, gue ngerti banget perasaan lo. Sebagai mualaf di Malaysia, susah banget waktu orang Islam sejak lahir suka nge-klik sendiri. Jangan biarin sikap dingin mereka bikin lo menjauh dari Allah; lo ke masjid itu buat Dia, bukan buat mereka. Tetap datang aja, coba cari lingkaran yang lebih kecil atau sholat pas hari biasa. Nanti juga mendingan, insyaAllah.

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar