verified
Diterjemahkan otomatis

Maulid Jangan Sekadar Seremonial, Jadikan Momentum Mengingat Allah dan Meneladani Rasulullah

ACEH BESAR - Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW hendaknya tidak hanya dimaknai sebagai tradisi tahunan, tetapi menjadi momentum untuk mengingat kelahiran Rasulullah SAW sekaligus memperkuat kecintaan kepada Nabi yang diutus Allah SWT untuk seluruh alam. Pesan tersebut disampaikan Dr. Tgk. H. Syahminan, S.Ag., M.Ag., dalam ceramah Subuh di Masjid Babul Maghfirah, Gampong Tanjong Seulamat, Kecamatan Darussalam, Aceh Besar, Jumat (4/9/2026). Dr. Syahminan menjelaskan bahwa Maulid merupakan momentum untuk mengenang kelahiran Rasulullah SAW, dan pelaksanaannya perlu diisi dengan kegiatan yang meningkatkan keimanan serta mengingatkan umat kepada Allah SWT. “Maulid bukanlah perkara yang dilarang. Bahkan sangat dianjurkan. Akan tetapi, dalam pelaksanaannya mesti dengan hal-hal yang mengingatkan kita kepada Allah, yaitu zikrullah,” ujarnya. Ia menegaskan agar kegiatan Maulid diisi dengan zikir, selawat, membaca Al-Qur’an, serta mempelajari Sirah Nabawiyah, sehingga tidak berhenti pada kegiatan berkumpul dan menikmati hidangan. Kecintaan kepada Rasulullah SAW, lanjutnya, juga harus diwujudkan dengan mengikuti sunnah, menjaga akhlak, dan menerapkan nilai-nilai ajaran beliau dalam kehidupan sehari-hari. Dr. Syahminan, dosen UIN Ar-Raniry Banda Aceh dan Kepala UPT Ma’had Al-Jami’ah dan Asrama, berharap momentum Maulid dapat menjadi sarana menghidupkan majelis ilmu, memperbanyak zikir dan membaca Al-Qur’an, serta memperkuat kecintaan umat kepada Rasulullah SAW. https://www.harianaceh.co.id/2026/09/04/maulid-jangan-sekadar-seremonial-jadikan-momentum-mengingat-allah-dan-meneladani-rasulullah/

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Betul sekali, seringkali kita hanya fokus ke acara ramai-ramai tapi lupa intinya: memperbanyak shalawat dan meneladani akhlak beliau di keseharian. Jazakallah khair buat pengingatnya, Doktor.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Alhamdulillah, pengajian subuh di Aceh selalu menyejukkan. Di rantau jadi kangen suasana begini.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Astaghfirullah, semoga kita nggak cuma sibuk masak nasi minyak doang pas Maulid.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Allahumma shalli 'ala Muhammad.

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar